Ngayah Di Pura Pauman

Ngayah Di Pura Pauman

Kiriman Dewi Yulianti, Dosen PS. Seni Karawitan ISI Denpasar.

Kegiatan “ngayah” merupakan kegiatan rutin kampus ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar.Pada hari Senin (15/8) yang lalu,pada saat rainan Kajeng Kliwon, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar ‘ngayah’ di Pura Kauman Banjar Sumerta Kaja, Denpasar, dalam pementasan Calon Arang berjudul “Gusti Ayu Pelung”.

Dalam pementasan ini, ISI Denpasar membawakan tarian Telek dan Watangan. Tarian Telek dibawakan oleh Kadek Arsiniwati, Nyoman Sriwahyuni, Gusti Ayu Srinatih, Ni Nyoman Kasih, Oka Surya Negara, serta  Sutirta. Kemudian untuk Tarian Watangan atau Bangke-Bangke dibawakan oleh I Nyoman Kerta yang merupakan dosen ISI Denpasar serta warga dari Banjar Lebah jalan Kecubung, Denpasar. Dalam kesempatan ini turut hadir pula Rektor ISI Denpasar yang menyaksikan pementasan Calon Arang, dimana beliau sempat mengungkapkan bahwa  ISI Denpasar mengikuti acara ngayah di Pura Kauman yang merupakan perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami sangat bersyukur kepada Tuhan, karena kami diberikan kesempatan untuk “ngayah” dengan talenta seni yang kami miliki, untuk dipersembahkan kembali kepada Tuhan. Terima kasih juga kepada panitia yang telah member kami kesempatan untuk turut serta dalam kegiatan ngayah ini, yang mana para seniman ISI Denpasar mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam kegiatan ngayah ini,”papar Prof. Rai.

Ketua Pelaksanaan kegiatan ini mengungkapkan bahwa kegiatan yang berlangsung tepat pada malam Kajeng Kliwon ini merupakan rangkaian acara odalan dari Pura Kauman. Rangkaian acara ini akan dimulai pada pukul delapan malam hingga selesai, adapun susunan acara dalam pementasan Calon Arang ini adalah Barong 1, Legong Kuntul, Jauk Manis, Barong 2, Telek, Sisya, Desak Rai, Liku, Matah Gede, Penasar Wijil, Mantri, Bendega, Sisia Ngereh, Watangan, Bondres, Banjar-Banjaran atau Grubug, Balian, Pandung, serta Rangda dan Unying. Rangkaian Acara yang berjumlah 19 tarian ini baru usai hingga dini hari.

Comments are closed.