Pameran dan Penutupan ISACFA

Pameran dan Penutupan ISACFA

Kiriman Nyoman Dewi Pebriyani, Staf Dosen PS. Desain Interior.

Bertempat di Gedung Kriya Hasta Mandala Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada hari Jumat (13/7) digelar acara bertajuk Pameran dan Penutupan program ISACFA (International Studio Arts and Culture between FSRD-ALVA), yang merupakan program kegiatan kerjasama antara kampus ISI Denpasar dan University of Western Australia (UWA). Pelakasanaan program ini merupakan yang kedua kalinya, dimana yang pertama kali berlangsung pada tahun 2011, kali ini kampus UWA mengirimkan 11 mahasiswanya yang berasal dari Faculty of Architecture, Landscape, and Visual Art (ALVA) yang dipimpin oleh Prof Paul Trinidad untuk belajar di Kampus ISI Denpasar.

Program yang berlangsung selama tiga minggu ini, dibuka pada tanggal 25 juni 2012 lalu dan akhirnya ditutup pada jumat kemarin dengan menampilkan karya mahasiswa selama mengikuti program di Kampus ISI Denpasar dan Klungkung. Pameran dibuka oleh PR III, Drs. I Made Subrata, M.Si, dan dihadiri oleh pejabat struktural di ISI Denpasar, Dosen, dan pegawai di lingkungan ISI Denpasar. “Kami harap program ini mampu memberikan pengetahuan dan pengalaman yang berharga kepada peserta”, ungkap Made Subrata dalam sambutannya.

Mahasiswa asing menyumbang pertunjukkan yang unik sebelum acara dibuka, mereka menyanyikan lagu bahasa Indonesia berjudul pelangi, sebagai hasil dari pembelajaran bahasa Indonesia selama mengikuti program ini. Dengan bahasa Indonesia yang sedikit kurang, akhirnya mereka mampu menyelesaikan nyanyian tersebut dengan baik dan tepuk tangan hadirin pun bersambut meriah. “Kami tidak menyangka kami bisa melakukannya dengan baik”, ungkap Joshua salah satu peserta.

Pameran yang berlangsung selama seminggu ini, dibarengi dengan pameran hasil karya mahasiswa dan dosen ISI Denpasar. Karya yang ditampilkan oleh mahasiswa peserta program ini terdiri dari, photo hasil karya hunting di beberapa area, lukisan dengan objek seputaran kampus dan Art Center, cetak cukil kayu monoprint dan multicolor, lukisan kamasan, serta novel yang telah diberikan warna hitam putih. “Hasil yang luar biasa dihasilkan oleh mahasiswa kami, saya mengucapkan terimakasih kepada tim dari ISI Denpasar yang telah bekerja keras demi terlaksananya kegiatan ini”, ungkap Prof. Paul Trinidad yang ditemui disela-sela acara pameran. Prof. Paul juga mengungkapkan keinginannya untuk terus mempromosikan program ini di kampusnya agar para mahasiswa mengenal seni dan budaya Bali.

Comments are closed.