Pameran Tugas Akhir Mahasiswa FSRD ISI Denpasar TA 2015/ 2016 Digelar di Bentara Budaya Bali

Pameran Tugas Akhir Mahasiswa FSRD ISI Denpasar TA 2015/ 2016 Digelar di Bentara Budaya Bali

Kiriman : Nyoman Lia Susanthi, SS., MA

Denpasar- Suasana Pameran Tugas Akhir (TA) Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar tahun ajaran 2015/ 2016 berbeda dari biasanya. Pameran kali ini diawali dengan seminar akademik yang menghadirkan 6 pembicara yang diselenggarakan pada Rabu 15 Juni 2016 bertempat di Bentara Budaya Bali. Dipandu oleh moderator Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn, seminar dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama menghadirkan Drs. I Ketut Murdana, M.Sn., dari Prodi Seni Murni yang menyampaikan bahwa untuk menghadapi tantangan sumber daya manusia yang kompetitif maka diperlukan penerapan industri kreatif secara luas. Dr. I Nyoman Suardina S.Sn,.M.Sn., dari Prodi Seni Kriya menyampaikan bahwa untuk merespon tantangan masa depan dalam berkesenian, dan menghasilkan kualitas karya tugas akhir sebagai indikator produk serta puncak capaian dalam menuntut ilmu di ISI Denpasar, maka bukan diamati dari tumpukan tugas, tapi harus dicapai dengan kerja keras. Dari Prodi Fotografi menghadirkan pembicara Dr. I Komang Arba Wirawan, S.Sn., M.Sn, yang mengungkapkan bahwa karya seni fotografi merupakan karya intelektual, yang dapat menampilkan arti kemanusiaan, jika diamati dari perkembangan karya mahasiswa mengalami peningkatan yang cukup pesat.

Pada sesi kedua menghadirkan pembicara Dr. Drs. I Gusti Ngurah Ardana, M.Erg. dari Prodi Desain Interior yang menyampaikan bahwa secara umum karya TA mahasiswa Prodi Desain Interior ISI Denpasar sudah memenuhi untuk menjawab tantangan industri. Sedangkan A.A Gde, Bagus Udayana, S.Sn., M.Si, dari prodi DKV menyampaikan bahwa Desain komunikasi Visual (DKV) saat ini masih belum dikenal publik, ini merupakan tantangan untuk mengenalkan DKV di dunia luar. Selain itu karya tugas akhir mahasiswa saat ini masih kurang memuat indentitas lokal. Pembicara terakhir dari Desain Mode adalah Tjok Istri Ratna Cora S, S.Sn.,M.Si yang menyampaikan bahwa dalam mencari formula untuk menjawab visi ISI Denpasar sebagai centre of excellent, ada beberpa point penting yaitu bagaimana melihat animo masyarakat, menjadikan karya fashion sebagai jembatan budaya serta identitas budaya.

Usai seminar akademik acara dilanjutkan dengan Pembukaan Pameran TA Mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang diawali dengan laporan ketua panitia oleh Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn. dalam laporannya disampaikan bahwa jumlah peserta TA adalah 143 mahasiswa yang terdiri dari

26 dari Prodi Seni Murni, 13 Desain interior, DKV 60, Kriya 5, Fotografi 13 dan Desain Mode yang merupakan prodi baru sebanyak 26 mahasiswa. Pameran berlangsung 4 hari dari tanggal 15 hingga 18 Juni 2016 bertempat di Bentara Budaya Bali.

Pimpinan Bentara Budaya Bali Warih Wisatsana dalam sambutannya sangat mengapresiasi kerjasama ISI Denpasar dengan Bentara Budaya Bali yang telah terjalin lama. Pihaknya mengungkapkan rasa hormat dan salut terhadap pameran dan seminar yang menggambarkan upaya ISI Denpasar dalam mengemban tugas utama dan tanggung jawab sebagai institusi pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas lulusan.

Sementara Dekan FSRD ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M.Si menghaturkan terimakasih banyak kepada Rektor beserta jajarannya yang telah memberikan dukungan untuk kemajuan FSRD ISI Denpasar dalam mencapai visi dan misi lembaga. Dekan berharap bahwa mahasiswa peserta pameran TA bisa menjawab tantangan global saat ini.

Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum dalam sambutannya yang sekaligus membuka Pameran TA FSRD ISI Denpasar, menyampaikan bahwa kerjasama antara ISI Denpasar dengan Bentara Budaya Bali telah berlangsung lama dan intens, untuk itu ungkapan bangga dan terima kasih kepada Bentara Budaya Bali disampaikan Rektor karena Bentara Budaya menjadi magnet yang unik, sehingga menarik ISI Denpasar untuk terus menjalin kerjsama ini lebih luas lagi, diantaranya menindaklanjuti kerjasama di bidang penerbitan. Selain itu Prodi Film dan TV ISI Denpasar yang rutin melakukan kerjsama lewat pemutaran dan diskusi film di Bentara Budaya Bali perlu dipertahankan, karena harapannya tahun 2018  seluruh prodi mencapai akreditasi A termasuk prodi baru Film dan TV ISI Denpasar.  Begitupula dengan akreditasi intitusi yang ditargetkan dapat mencapai nilai A.

No Comments Yet.

Leave a comment