Parade Topeng : Taksu Dibalik Topeng Tetantrian oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Parade Topeng : Taksu Dibalik Topeng Tetantrian oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Sumber : http://bali.tribunnews.com/2015/12/29/semarak-pembukaan-denfest-ke-8-ribuan-warga-terpukau-parade-topeng

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ribuan warga membludak menyaksikan ajang pembukaan Denpasar Festival ke-8 yang digelar di kawasan Catur Muka Denpasar, Bali, Senin (28/12/2015) sore.

Mereka ingin melihat parade Topeng yang digelar saat pembukaan Denfest kali ini.

Ketua Panitia Denfest Nyoman Ngurah Jimy Sidharta mengatakan, pembukaan Denfest ke-8 dimulai dengan tampilan Parade Topeng yang berjudul Taksu Dibalik Topeng Tetantrian oleh Institute Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Parade Topeng Taksu di BalikTopeng Teaterikal Taksu Dibalik Topeng Tetantrian ini adalah pawai ikon teatrikal dari inaugurasi Denfest yang melanjutkan tradisi dan spirit Tapak Dara Maha Somya.

Pun teaterikal tersebut sebagai representasi pusaran mandala kreativitas Denpasar yang menyelaraskan keagungan masa lalunya dengan semangat masa sekarang dan cita cita masa depan.

"Sebagai sebuah identitas Kota Denpasar yang mengedepankan keseimbangan dan keharmonisan alam makro dan mikro, parade topeng ini adalah wujud penciptaan, persembahan dan penikmatan keindahan sebagai unsur kebahagiaan puncak dan murni," ujarnya.

Kegiatan tahunan ini dilaksanakan di empat titik, yakni Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada bagian timur, Jalan Gajah Mada bagian tengah, dan depan Museum Bali.

Anjungan kuliner berada di Jalan Gajah Mada bagian timur dan bagian tengah.

Di ujung Jalan Gajah Mada disiapkan panggung hiburan khusus anak muda agar bisa menuangkan bakat seni kreatifnya.

Selain itu juga diramaikan dengan 85 stan kuliner, 25 stan distro, stan pameran kain tenun ikat khas Kota Denpasar (kain endek), pameran foto dari Denpasar Fotografi Community, hingga stan dari Himpungan Pengusaha Muda Indonesia.

Selain itu juga ada stan pameran pasar desa dan flora.

“Bagus ini saya lihat. Bisa menggali seni budaya yang ada di Bali, khususnya di Kota Denpasar. Dengan adanya festival-festival seperti ini, banyak hal yang bisa hidup, bangkit, dan berkembang,” kata Made Suwenda, Wali Kota Denpasar periode 1992-1997. 

Comments are closed.