Pelatihan Anti HIV/AIDS, Narkoba, dan Rokok bagi Mahasiswa

Pelatihan Anti HIV/AIDS, Narkoba, dan Rokok bagi Mahasiswa

Kegiatan peningkatan sumber daya mahasiswa giat dilakukan di lingkungan internal Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Pada hari Selasa (27/12) bertempat di Gedung Natya ISI Denpasar diadakan pembukaan acara Pelatihan Pengembangan Karater Anti HIV/AIDS, Narkoba, dan Rokok bagi mahasiswa, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dimulai dari selasa hingga kamis (29/12).

Kegiatan ini turut mengundang narasumber yang berasal dari luar kampus yakni perwakilan Dinas Kesehatan Propinsi Bali, Dinas Sosial Provinsi Bali, Badan Narkoba Provinsi Bali (BNP), Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA), serta Biro Binamitra Polda Bali dalam pemberian materi yang terkait dengan tema pelatihan ini. “Peserta dari mahasiswa berjumlah 150 orang, tahap awal peserta akan mengikuti pelatihan secara bersama kemudian nantinya dibagi dalam tiga kelompok sesuai dengan tema” ungkap ketua Panitia yang juga selaku Pembantu Rektor III ISI Denpasar. “Walaupun hujan mengguyur kota denpasar dari pagi hari, tak menyurutkan niat para peserta untuk hadir dalam acara ini, antusiasme para mahasiswa sangat baik” imbuhnya.

“Tanggungjawab yang diberikan kepada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus disertai dengan pengetahuan serta pelatihan yang cukup agar mampu membawa bangsa ini kearah yang lebih baik, oleh karena itu kegiatan ini sangat positif bagi perkembangan mahasiswa” ungkap Pembantu Rektor I yang membuka acara pelatihan ini. Diangkatnya tema mengenai anti HIV/AIDS, Narkoba, dan Rokok merupakan salah satu upaya dalam menekan jumlah pengguna di lingkungan generasi muda, ditemui disela-sela acara, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengungkapkan bahwa ketiga hal tersebut sangat berhaya dan rentan dilakukan oleh generasi muda. Diawali dari kebiasaan menghisap rokok kemudian semakin penasaran dengan merasakan narkoba jenis hisap kemudian jenis suntik, “bila jarum suntik digunakan secara bersama-sama, hal inilah yang memicu penyebaran virus” ujarnya. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini penyebaran HIV/AIDS telah meluas hingga hampir diseluruh kabupaten di Bali, jenis penyakit yang cukup ditakuti karena hingga kini belum ditemukan obatnya.

Sebagai generasi muda, mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan mengenai bahaya-bahaya yang ditimbulkan, sehingga nantinya secara tidak langsung mampu mengedukasi lingkungan sosialnya baik antar sesama teman maupun sesama warga masyarakat. Antusiasme mahasiswa terlihat dari pertanyaan yang dilemparkan kepada narasumber, keingintahuan yang cukup tinggi ini membuat suasana pelatihan menjadi tidak bosan dan monoton. Usai mengikuti kegiatan pelatihan ini, mahasiswa akan dikukuhkan menjadi kader Anti: HIV/AIDS, Narkoba, Rokok.

Comments are closed.