Pembukaan Pameran Seni Rupa “MERDEKArt” Mahasiswa Seni Rupa Murni ISI Denpasar

Pembukaan Pameran Seni Rupa “MERDEKArt” Mahasiswa Seni Rupa Murni ISI Denpasar

IMG_6840 copy Denpasar-Malam minggu (29/8) di Museum Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi,  Renon-Denpasar tampak berbeda dari biasanya. Tampak banyak orang berkumpul dan  spanduk yang terbentang di depan monumen kebangaan masyarakat Denpasar ini.  Rupanya sedang digelar pembukaan pameran seni rupa murni oleh mahasiswa seni rupa  murni angkatan 2007 yang tergabung dalam kelompok “Prasasti”. Untuk tema yang dipilih  untuk pameran kali ini ialah “MERDEKArt” yang selain menyambut hari kemerdekaan  Republik Indonesia yang ke-64 juga menyiratkan kemerdekaan/kebebasan mereka    berekspresi dalam media seni rupa sesuai dengan disiplin ilmunya, ungkap Ketua Panitia  Pameran I Putu Gde Wahyu Pramartha.

Mahasiswa asal Tulikup-Gianyar juga menjelaskan bahwa untuk pameran kali ini dipamerkan karya seni rupa murni angkatan 2007 ISI Denpasar yang dinamakan kelompok “Prasasti” dengan perincian 5 orang dari Jurusan Patung  dengan karya patung 6 buah dan 11 Orang Jurusan Lukis dengan karya lukis 27 orang. Ini adalah pameran kali kedua dari kelompok Prasasti dimana pameran yang pertama telah dilakukan setahun yang lalu. Harapannya dengan dilaksanakannya pameran ini menurut Wahyu, adalah agar bisa eksis, menambah wawasan dan mengasah keilmuan dalam bidang seni rupa sehingga kedepannya direncanakan tiap tahun kelompok ini akan berpameran.

Penjabat Dekan FSRD ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, MSi dalam sambutannya mengharapkan dalam pameran ini dapat membangun dialog seni serta dapat meningkatkan penghayatan dan apresiasi seni bagi seniman, pencinta seni, pengamat seni dan masyarakat pada umumnya. Pameran ini juga merupakan penjelajahan mahasiswa dalam mengembangkan bakat ilmiah yang kemudian berproses maju, dan berkelanjutan. Proses penempaan diri ini dilakukan melalui penempaan di bangku kuliah yang hasilnya diharapkan dapat melahirkan pengkaji seni, praktisi seni yang professional mandiri, berkepribadian dan secara holistik mampu menunjukkan jati dirin melalui hasil karya seninya. Kepala UPT Museum Perjuangan Rakyat Bali yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh Kepala Bimas, mengungkapkan bahwa kegiatan berpameran memang wajib dilakukan oleh seniman akademis dalam konteks untuk melestarikan seni budaya kita. Apalagi pada saat sekarang dimana kegiatan klaim-mengklaim karya seni menjadi isu yang mengglobal, jadi menjadi tugas senimanlah untuk terus aktif berkarya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya warisan leluhur. Kepala Bimas MPRB juga mengungkapkan bahwa ISI Denpasar merupakan institusi yang paling sering menggunakan fasilitas MPRB sehingga kedepannya  diharapkan agar lebih ditingkatkan lagi, sesuai dengan makna tujuan pembangunan gedung yaitu mengingatkan bagaimana perjuangan rakyat Bali dalam memperoleh kemerdekaan. Nah sebagai generasi penerus kita harus terus berjuang sesuai dengan bidang ilmu kita masing-masing untuk membangun negara dan bangsa yang sangat kita cintai ini.

Rektor ISI Denpasar yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh Pj. Pembantu Rektor III Drs. I Made Subrata, MSi menjelaskan bahwa kegiatan berpameran ini merupakan salah satu contoh pendidikan soft skill diluar ilmu yang didapat di bangku kuliah. Soft skill merupakan pengetahuan tambahan yang bersifat kewirausahaan. Dimana mahasiswa sebagai calon seniman tidak hanya bisa berkarya saja, namun belajar untuk memanage  sebuah event, mempromosikan karya dll. Ini merupakan bekal untuk mahasiswa kedepannya, agar tidak hanya mencari pekerjaan namun dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Juga pentingnya seorang seniman untuk memahami pengetahuan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) sebagai payung hukum atas karya-karyanya sehingga menjamin kesejahteraannya nanti

Comments are closed.