Pemenang Lomba Karya Jurnalistik dan Artikel Pendidikan

Pemenang Lomba Karya Jurnalistik dan Artikel Pendidikan

Jakarta - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2011 diramaikan dengan Lomba Karya Jurnalistik Berita dan Penilaian Artikel di Bidang Pendidikan. Ada enam pemenang yang mendapat penghargaan dalam kegiatan yang diadakan Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat  Kemdiknas ini.

Tiga juara untuk penilaian artikel (nonlomba), dan tiga juara untuk lomba karya jurnalistik berita. Tema untuk penilaian artikel maupun lomba karya jurnalistik berita bertajuk "Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa". Pengumuman pemenang berlangsung di Hotel Orchardz, Jakarta, (20/5), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, yang juga dipilih sebagai puncak dari rangkaian peringatan Hardiknas 2011.

Untuk pemenang penilaian artikel, juara pertama diperoleh Paul Suparno, dengan judul artikel "Character Development and Nation Building", dimuat di The Jakarta Post pada 23 Oktober 2010. Juara kedua diraih Sansrisna Ichan, dengan artikel berjudul "Sekolah, Belajar, dan Perubahan Karakter", dimuat di Media Indonesia pada 25 Oktober 2010. Kemudian juara ketiga diperoleh Doni Koesoema A, dengan judul artikel "Kucing Hitam Pendidikan Karakter", dimuat di Kompas pada 19 Juli 2010.

Sedangkan untuk pemenang lomba karya jurnalistik berita, juara pertama merupakan berita karya Edwardi, berjudul "Pendidikan Karakter: Memperbaiki Kain Salah Sulam", yang diterbitkan Singgalang, pada 23 Maret 2011. Juara kedua diterima Junianto Budi S, untuk karyanya yang berjudul "Membentuk Siswa Berpikir Solutif", dimuat di Koran Merapi Pembaruan pada 28 Maret 2011. Kemudian juara ketiga diraih Burhanuddin Bella untuk artikelnya yang berjudul "Pendidikan Karakter Dimulai dari Usia Dini".

Dalam acara ramah-tamah dengan para pemenang, Sekretaris Jenderal Kemdiknas, Dody Nandika, yang diwakili Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Ibnu Hamad mengatakan, peran media sangat penting bagi dunia pendidikan pada umumnya, dan bagi Kemdiknas pada khususnya.

Sebagai instansi pendidikan tertinggi, Kemdiknas memerlukan komunikasi dengan masyarakat, dan media adalah fasilitatornya. "Pers bisa menjadi pemancar dan penyambung informasi dari kami ke masyarakat." Media juga bisa menjadi saluran dalam mengembangkan dan menguatkan pendidikan karakter, seperti tema Hardiknas 2011.

Ibnu Hamad menambahkan, penilaian artikel bukan merupakan lomba, melainkan bersifat apresiasi. Bidang Pencitraan di Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemdiknas memiliki kliping berupa kumpulan artikel dari berbagai media massa cetak. Artikel-artikel itu merupakan artikel yang dimuat di media antara Juni 2010 hingga Maret 2011. Sebanyak 435 artikel diseleksi, dan terdapat 43 artikel yang dinilai lebih lanjut ke tahap berikutnya, berdasarkan tema dan kesesuaian.

Sedangkan untuk lomba karya jurnalistik berita, ada 70 berita yang masuk ke panitia untuk didaftarkan dalam lomba. Berita-berita itu merupakan berita yang terbit dari Januari 2011, hingga Maret 2011. Dari 70 berita, kemudian diseleksi lagi menjadi 32 untuk dinilai lebih lanjut ke tahap berikutnya.

Ada empat juri yang melakukan penilaian. Mereka adalah Ahmed Kurnia dan Illa Kartila sebagai praktisi, Mahdiansyah dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas, dan Dad Murnia dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdiknas, yang menilai artikel dan berita dari segi bahasa.

Mendiknas Mohammad Nuh kemudian memutuskan nama ke-enam pemenang pada 13 Mei 2010, untuk diumumkan tepat di Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei. Dalam sambutannya, Sekjen Kemdiknas Dody Nandika berharap, prestasi ini bisa menjadi pemicu dan motivasi para pemenang untuk terus berperan dalam dunia pendidikan

Sumber: kemdiknas.go.id

Comments are closed.