Pemilihan Mahasiswa dan Dosen Berprestasi 2009 ISI Denpasar

Pemilihan Mahasiswa dan Dosen Berprestasi 2009 ISI Denpasar

dsc_01071

Rapat Pemilihan

(denpasar-humasisi) Kemajuan pendidikan di suatu institusi erat kaitannya dengan tingkat kualitas  seluruh penyelenggara pendidikan di institusi tersebut. Tentu penyelenggara disini adalah komponen-  komponen penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi seperti Guru besar, dosen dan pegawai.  Berkaitan dengan hal tersebut, ISI Denpasar telah melangsungkan proses penilaian mahasiswa,  dosen dan Ketua Program Studi berprestasi di tingkat institut. Hal tersebut terungkap dalam rapat  penilaian mahasiswa, dosen dan Ketua Prodi berprestasi 2009 di gedung rektorat ISI Denpasar. Acara  tersebut dihadiri Pembantu Rektor I bidang akademik Drs. I Ketut Murdana, M.Sn, Pembantu Rektor  III di bidang kemahasiswaan Drs. I Made Subrata, M. Si, jajaran struktural dari kedua fakultas di ISI  Denpasar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP).

Menurut Murdana acara ini merupakan acara tahunan sesuai dengan yang diamanatkan Dikti dan untuk mekanisme penilaiannya dilaksanakan dengan menilai fortofolio yang telah diserahkan oleh masing-masing fakultas. Untuk penilaian tahun ini berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu. Bila tahun lalu masing-masing kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan pengabdian Masyarakat) dinilai terpisah, untuk tahun ini penilaiannya dijadikan satu. Tim penilai akan menilai dan memutuskan dosen dan ketua prodi berprestasi 1,2 dan 3 di fakultas, untuk bersaing di tingkat institut dimana khusus untuk dosen berprestasi 1 di tingkat institut, akan diajukan ke Pusat (Jakarta) untuk bersaing mendapatkan dosen berprestasi tingkat Nasional. Rencananya hasil pengumuman akan disampaikan pada saat Upacara Bendera 17 Agustus 2009 mendatang. Adapun kriteria penilaian dibagi dalam kelompok karya prestasi bidang manajerial, karya prestasi di bidang jaringan kemitraan, karya prestasi di bidang inovasi pembelajaran dan karya prestasi di bidang kemahasiswaan. Hal ini sesuai dengan buku panduan yang ditetapkan oleh Dikti. Murdana mengharapkan dengan diadakannya kegiatan ini maka Institusi memiliki dosen dengan kemampuan unggul di bidang masing-masing dan diharapkan untuk mampu mengaplikasikan ilmunya sehingga transfer ilmu dan pemberdayaan masyarakat bisa tercapai dengan maksimal. Tentu dalam prosesnya akan diberikan reward bagi dosen yang berhasil meraihnya dan untuk yang belum akan dilkukan proses pembinaan.

Sementara untuk mahasiswa yang berprestasi, PR III ISI Denpasar Drs. I Made Subrata, M.Si menjelaskan untuk tahun ini telah dilakukan proses penilaian untuk memilih mahasiswa berprestasi 2009 dengan kriteria sesuai dengan yang ditetapkan oleh Dikti yaitu Indeks Prestasi (IP) Kumulatif, Karya Tulis Ilmiah, Kegiatan kurikuler dan Ekstra kurikuler, Bahasa Inggris dan Kepribadian. Sama dengan pemilihan dosen, portofolio mahasiswa diajukan dan untuk tingkat fakultas dipilih mahasiswa berprestasi 1, 2 dan 3, yang nantinya di ajukan ke institut ntuk memilih mahasiswa berprestasi 1, 2, 3 tingkat institut. Tentu kegiatan ini merupakan upaya untuk mendorong kreativitas, aktivitas dan kesejahteraan mahasiswa dimana pemenangnya akan diberikan piagam dan finansial. Capaian akhirnya adalah iklim akademik antar mahasiswa dapat bergulir sehingga berpengaruh terhadap iklim pendidikan institusional.

Berkenaan dengan penciptaan iklim akademik institusional, juga berlangsung proses penilaian proposal penilitian, penciptaan dan pengabdian masyarakat oleh tim reviewer institusi yang dikomandoi oleh LP2M ISI Denpasar. Dimana dari proposal yang lolos, rencananya akan dipamerkan/dipertunjukkan bertepatan dengan Dies Natalis ISI Denpasar. Di lain tempat juga terlihat kesibukan mahasiswa FSP yang menyiapkan pagelaran Ujian Akhir. Mereka tampak sangat serius mempersiapkannya bukan karena akan diuji oleh para dosen semata akan tetapi juga “diuji” oleh respon masyarakat luas yang dijinkan menonton pagelaran tersebut. Ini merupakan ujian sesungguhnya, dimana masyarakat dapat memberikan aspirasi tentang pagelaran tersebut dan mempertaruhkan tidak hanya prestise pribadi juga kredibilitas lembaga.

Comments are closed.