Pengabdian Masyarakat Melalui Kegiatan Ngayah Oleh ISI Denpasar

Pengabdian Masyarakat Melalui Kegiatan Ngayah Oleh ISI Denpasar

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior). Karangasem- Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kembali mengadakan kegiatan ngayah yang merupakan bagian dari pengabdian dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, bertempat di Karangasem, pada hari kamis (8/11) kemarin. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Rektor ISI Denpasar, meninggalkan kampus pada pukul 2 siang dengan tujuan pertama Pura Penataran Agung Lempuyang, kemudian dilanjutkan menuju tempat utama untuk melakukan kegiatan ngayah, yakni Pura Maksan adat magetelu, desa adat Tista, kecamatan abang, Karangasem, dalam rangka karya ngenteg Linggih dan pedagingan.
Rombongan yang terdiri dari beberapa pejabat struktural, dosen, pegawai, dan mahasiswa, yang berjumlah sekitar 40 orang, diterima dengan baik oleh panitia dan bendesa adat setempat. Sesuai permintaan panitia, ISI Denpasar menampilkan tari lepas, yang terdiri dari tari sekar jagat, tari cendrawasih, tari baris tunggal, tari wiranata, tari oleg tamulilingan, dan bebondresan yang membawakan karakter Luh Belong. Penari diiringi oleh gong Sanggar Linggihsari, magetelu, pimpinan I Ketut Ngurah, dengan penasehat Ketut Lingga, dan pembina Wayan Sumerta. "Seniman setempat telah berlatih dengan giat guna mengiringi mahasiswa ISI Denpasar", ungkap pimpinan sanggar. Para pemedek yang mengikuti rangkaian upacara sangat terhibur dengan adanya pementasan ini.
Salah seorang sesepuh dan seniman setempat I Nyoman Karang menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada ISI Denpasar atas ayah-ayahan yang ternyata memberi motivasi luar biasa kepada masyarakat. Hal ini tentu saja membuktikan bahwa kehadiran ISI Denpasar diterima dalam masyarakat umum. "Saya tak henti-hentinya bersujud syukur kepada-Nya, karena ISI dapat ngaturang ayah pada piodalan di pura ini, serta terima kasih kepada panita karya yang telah mempercayakan kepada kami, dan juga seluruh dosen, pegawai, dan mahasiswa yang tak kenal lelah dalam setiap kegiatan ngayah, untuk memohon keselamatan bersama" ungkap Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. Wayan Rai S, M.A. “Selain itu ngayah ini juga sebagai gambaran untuk masyarakat bahwa ISI ini adalah milik masyarakat, selain itu mahasiswa pun dapat diberi pengalaman dan berinteraksi dengan lingkungan setempat”, tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga larut malam, tidak menyurutkan niat dari para pemedek maupun pengisi acara, pancaran semangat tetap menghiasi wajah dari seluruh pendukung acara. Pada akhir acara pihak panitia karya mengucapkan terima kasih atas keterlibatan ISI Denpasar dalam kegiatan ngayah di Pura Maksan.

Comments are closed.