Penguasaan Komputerisasi, Hindarkan Plagiarisme

Penguasaan Komputerisasi, Hindarkan Plagiarisme

SEMARANG - Penguasaan komputerisasi pada diri pustakawan dipandang bisa meminimalisasi tindakan plagiarisme. Hal ini sangat penting, karena selama ini pustakawan merupakan pihak yang berhubungan langsung dengan mahasiswa yang baru menyelesaikan karya ilmiah antara lain skripsi, disertasi, dan tesis.

Seperti diketahui, belakangan ini mayoritas perguruan tinggi menyerahkan penyimpanan file digital karya ilmiah dan pengunggahannya ke media ensiklopedi sebagai sumber informasi bagi para akademisi. Kalau kemampuan komputerisasi pustakawan itu buruk, kegiatan tersebut tak bisa berlangsung secara baik dan lancar. Pada akhirnya dapat dideteksi, apakah karya tersebut orisinal atau tidak.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Pusat Luki Wijayanti MSi dalam acara sosialisasi literasi informasi sekaligus pelantikan pengurus FPPTI Jateng periode 2010-2013 yang diadakan Universitas Islam Sultan Agung Semarang bekerja sama dengan FPPTI di perpustakaan lantai dua Unissula, Rabu (6/10).

Generasi Penerus Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih yang didaulat menjadi pembicara kunci mengungkapkan keprihatinnya terhadap maraknya plagiarisme yang dilakukan para akademisi. ”Padahal, mereka nantinya yang mendidik generasi penerus. Apa jadinya generasi penerus jika dididik oleh mereka dengan mental penjiplak,” ujarnya.

Menurut Rustri, untuk meningkatkan kemampuan komputerisasi, para pustakawan harus mengawalinya dengan banyak membaca dan kemauan untuk mencoba hal-hal baru. Sebab, informasi menguasai peralatan digital secara lengkap hanya bisa diperoleh dari membaca buku.

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/07/125909/Penguasaan-Komputerisasi-Hindarkan-Plagiarisme

Comments are closed.