Perbedaan Dalam Keseimbangan Intepretasi Kreatif Terhadap Realita

Perbedaan Dalam Keseimbangan Intepretasi Kreatif Terhadap Realita

Oleh I Wayan Gulendra

Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar

Ringkasan Penelitian

Seni merupakan ekspresi gejolak jiwa pengalaman imajinatif atas pengamatan dan perenungan terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat. Kemudian dengan kemampuan inteleksi dan intuisi mengintepretasi fenomena artistic yang diekspresikan ke dalam bahasa visual seni rupa. Seni akan mencerminkan latar belakang kebudayaan dan lingkungannya dimana ia diciptakan.

Pencipta sebagai bagian dari komunitas masyarakat Bali, dalam berkesenian ternyata fenomena-fenomena social, agama serta pesona keindahan alam lingkungan Bali telah menggetarkan batin dan memberikan rangsangan imajinatif. Hal tersebut memprovokasi aktivitas intuisi , membangun potensi kreatif untuk dicurahkan di atas kanvas. Berangkat dari aktivitas intepretasi terhadap perbedaan sebagai suatu realita keindahan, ketika perbedaan-perbedaan dipahami secara filosofis dari hakekat kehidupan semesta. Perbedaan sesuatu yang hakiki bagi setiap bentuk kehidupan di dunia ini, ketika disusun, dikelola secara harmonis maka terbentuk suatu kehidupan yang dinamis, saling membutuhkan, dan saling menghargai. Fenomena-fenomena tersebut dieksplorasi, diamati, direnungkan sehingga memperolrh gagasan-gagasan kreatif untuk diujudkan kedalam karya seni lukis.

Tujuan penciptaan adalah mengintepretasi fenomena kehidupan masyarakat tentang perbedaan  yang sering dijadikan ajang konflik demi kepentingan tertentu, hal tersebut diartikulasikan ke dalam bahasa rupa yang lebih bersifat pribadi.

Untuk mencapai apa yang diharapkan sesuai dengan tujuan penciptaan, maka pencipta menggunakan pendekatan eksploratif secara eksternal maupun internal, artinya setiap fenomena  yang diamati secara nyata, kemudian direnungkan, dihayati sehingga memperoreh imajinasi tentang konsep ide, bentuk maupun warna.

Perwujudan ide-ide dalam tataran konsep bentuk dan cara ungkap lebih mengutamakan makna-makna simbolik. Motif-motif yang hadir merupakan perpaduan teknik dan respon tekstur, namun sumber gagasan  masih terbaca. Baik dari unsur bentuknya maupun unsur warnanya.

Kata kunci: Beda dalam keselarasan adalah keindahan

Comments are closed.