Perkembangan Ornamen Bali

Perkembangan Ornamen Bali

OLEH : (Drs. I Made Jana, Jurusan Kriya Seni FSRD, DIPA Pusat 2006)

Ornamen merupakan salah satu cabang seni rupa, telah ada sejak jaman prasejarah. Adapun seni yang diciptakan atas dasar dorongan kreativitas budia daya manusia untuk memenuhikebutuhan material dan spiritual serta kebutuhan ritual magis menurut kepercayaan masyarakat pada zaman itu. Hasrat untuk memenui kebutuhan batin menimbulokan ciptaan-ciptaan. Segala ciptaan manusia itu sesungguhnya merupakan hasil husahanya untuk merubah dan memberi bentuk dari susunan pemberian alam sesuai dengan kebutuhan jasmani dan rohaninya. Dalam perkembangan berikutnya, sehubungan dengan kebutuhan tersebut, sesungguhnya ornamen Bali tidak dapat dipisahkan dengan adanya banguan suci, (pura, candi, wihara). Ornamen Bali berfungsi sebagai penghias atau dekorasi untuk menambah keindahan bangunana suci itu. Demikian pula seni pahat patung, relief berfungsi sebagai simbol yang berhubungan dengan mitologi. Disamping itu dapat pula berfungsi sebagai media pengungkap sejarah atau kejadian masa lampau yang dapat menggugat semangat dan membangkitkan apresiasi yang tinggi bagi generasi mendatang.

Ornamen yang terdapat pada bangunan pura mempunyai hubungan dengan agama Hindu di Bali, oleh karena itu pura tidak hanya merupakan tempat persembahhyangan saja, melainkan juga berfungsi sebagai sarana pendidikan moral, estika, estetika ditinjau dari aspek seni rupa dan agama melalui tema-tema yang dipahatkan misalnya cerita Mahabarata, Ramayana, Tantri dan lain-lainnya.

Dalam hal ini, agama sebagai sumber inspirasi lahirnya seni budaya yang didasari oleh ajaran yang disebut “Catur Marga”. Konsep ajaran ini menekankan rasa cinta dan kasih sayang, getaran rasa cinta an kasih sayang menggerkaknan manusia untuk berkorban. Rasa cinta melahirkan keihlasan untuk berkorban dan rasa cinta melahirkan seni, waktu berjalan terus dan perubahan pun telah terjadi atas pengaruh kebudayaan. Begitu bangsa Belanda menanamkan cara-cara berpikir dalam kecerdasan otak rasa individualisme serta pengenalan kemahiran teknik kepada masyarakar Bali mengakibatkan kesenian yang berkembang mengarah kepada bentuk dan tema-tema yang dianggap praktis dan modern. Konsepsi perubahan budaya telah disadari benar oleh masyarakat Bali, dengan adasiumnya yang dikenal yaitu : Desa,kala ,patra, segala sesuatu akan berubah seljalan  dengan tempat, waktu dan kemauan manusia. Dalam hal ini dapat kit lihat keunggulan seni budaya Bali adalah terletak pada keadaan Manusia Bali mengkondisi karakter potensi alamnya. Faktor alam dan alat dikondisi oleh logika kecendrungan manusia yang terlibat didalamnya shingga menghasilkan karya-karya sni/ornamen yang berjalan sesuai dengan tuntutan  masyarakat dan jamannya. Hal ini tidak lepas dari pengaruh pariwisata terkait dengan sni dan ekonomi. Seno dan ekonomi adalah dua hal yang menjadi kehidupan kepariwisataan di Bali yang diikrarkan sebagai pariwisata budaya, kesenian sebagai salah satu komponen penunjagnya.

Karya seni (ornamen) yang berhubungan dengan arsitektur ada pergeseran sikap yang mengangkat majemuknya kegiatan dan kebutuhan masyarakat yang sebagian besar dapat dipenuhi dalam waktu yang relatif cepat. Dalam hal ini keindahan secara intergral yang mengandung arti kebahagiaan dan kedamaian hidup lahir bhatin mulai tergeser menjadi kepuasan dan kenikmatan yang bersifat lahiriah/jasmaniah bersamaan denga nini, kota-kota di Bali muncul bangunan-bangunan baru yang merupakan pengembangan kreatifitas para spikulan untuk memanfaatkan berbagai peluang dan kesempatan yang ada. Dalam kesempatan inilah ditawarkan penemuan-penemuan baru dalam bidang arsitektur termasuk penerapan dan pengembangan bentuk motif ornamen dari berbagai gaya, dan berbagai macam jenis bahan yang keras, antara lain : batu hitam (gunung, batu granit, marmer, batu padas putih dan bahan lain yang didukug oleh teknilogi dengan perlatan mesin canggih.

Comments are closed.