Perkembangan Seni Kerajinan Kayu di Desa Petulu, Gianyar, Bali: Kajian Estetik dan Sosial Kultural

Perkembangan Seni Kerajinan Kayu di Desa Petulu, Gianyar, Bali: Kajian Estetik dan Sosial Kultural

Oleh: I  Made Berata

Di Biayai DIPA ISI Denpasar

Abstrak penelitian

Penelitian ini, mengangkat topik “Perkembangan Seni Kerajinan Di Desa Petulu. Gianyar, Bali; Kajian Estetik dan Sosial Kultural”, bertujuan untuk mengetahui fenomena perkembangan sentra kearjinan pada suatu masyarakat dari persefektif estetik. Perkembangan yang dimaksud adalah; gerak aktivitas suatu masyarakat mengalir dari waktu-kewaktu, yang dapat memberikan suatu peningkatkan atau kemajuan ditinjau dari berbagai aspek.

Permasalahan pokok yang diajukan dalam penelitian ini, terdiri dari tiga poin, yatiu: 1) Mengapa seni kerajinan kayu di DesaPtulu tetap bertahan dan berkembang sampai saat ini, dan faktor  sajakah yang memengaruhi,2) Bagaimana perkembangan bentuk dan fungsi Seni kerajinan  di Desa Petulu, dan 3) Adakah dampaknya perkembangan seni kerajinan tersebut terhadap kehidupan masyarakat Desa Petulu. Untuk menjawab peramsalahan tersebut di atas, menggunakan bingkai penelitian kualitatif. Penelitian kualtiatif dapat diartikan rangkaian kegiatan atau proses menjaring informasi dari kondisi sewajarnya dalam kehidupan suatu objek dan hubungannya dengan pemecahan suatu masalah, baik dari sudut pandang teoritis maupun praktis.

Proses penelitian yang dilakukan lebih mengarah pada sifat eksploratif, karena bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Peneliti ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan seni kerajinan kayu di daerah penelitian. Analisis data menggunakan metode deskritiptif analisis, untuk selanjutnya disajikan dalam bentuk karya tulisan ilmiah. Dalam mengkaji permasalahan  tersebut menggunakan pendekat multidisiplin.

Sesuai amatan di lapangan ditemukan adanya seuatu perkembangan  terhadap keberadaan seni kerajinan di Petulu, menunjukan adanya perkembangan baik bantuk, dan fungsinya. Ternyata pekembangan bantuk dapat dibuktikan dengan munculnya deversifikasi produk  seni karajinan, perkembangan fungsi terbukti dari produk-produk yang dihasilakan lebih pada fungsi fisik yaitu sebagai wadah dan tempat. Dari fungsi personal  ternyata seni kerajinan itu tercipta dari emosi yang direncanakan sesuai tuntutan kebutuhan hidup, secara sosial ternyata berpengaruh terhadap prilaku masyarakat dan meningkatkan perekonomian perajin pada khususnya dan masyarakat Petulu pada umumnya. Dapat dibuktikan 80% marasyarakat Petulu dari anak-anak, remaja dan dewasa bergantung pada seni kerajinan kayu.

Sesuai amatan dilapangan faktor yang memengaruhi terjadinya perkembangan seni kerajinan di desa Petulu di pengaruhi oleh dua faktor yakni faktor ekstenal dan faktor internal. Dari eksternal adalah kostituen lingkungan dan dukungan masyarakat, sedang dari isternal adalah motivasi masyarakat perajin dan penguasaan keterampilan. Sedampak terhadap masyarakat ternyata berdapak negatif terhadap aktivitas sosial dan berdampak postif  terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat.

Kata kunci: Perkembangan dan Kerajinan

Comments are closed.