Piodalan Kampus ISI Denpasar

Piodalan Kampus ISI Denpasar

Kiriman Nyoman Pebriyani, Dosen PS. Desain Interior.

Hari Sabtu (26/5) bertepatan dengan tumpek wayang, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengadakan perayaan piodalan yang dimeriahkan dengan tari-tarian dan balih-balihan. Pada piodalan kali ini ada sesuatu yang berbeda, karena betepatan dengan upacara melaspas periyangan Siwa Nataraja, beberapa tapel telek, Gelungan Pererai Ratu Gede dan Ratu Ayu. Rangkaian kegiatan telah dimulai dari satu hari sebelumnya, yakni pada hari Jumat, rombongan dari ISI Denpasar mendak tapel ke Singapadu Gianyar.

Kegiatan perayaan piodalah pada hari sabut dimulai lebih awal dari jadwal biasanya, yakni dimulai pada pukul 14.00 WIB dimulai dengan rangkaian acara mecaru kmudian dilanjutkan dengan acara muput Ida Pedanda memimpin acara pemlaspas Periyangan Siwa Nataraja, kemudian tari-tarian. Tari pertama yang disuguhkan di jaba Pura adalah tari Rejang Dewa yang dibawakan oleh beberapa mahasiswa asing, dimana mereka tampil memukau dengan kemampuan menari yang tak kalah dengan mahasiswa lokal. Penabuh berasal dari mahasiswa dan dosen Fakultas Seni Pertunjukan.

Usai tarian sakral kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan, seluruh pemedek secara teratur duduk di jaba pura untuk memuspa. Mahasiswa, dosen, serta pegawai di lingkungan ISI Denpasar membaur bersama dalam acara persembahyangan yang dipimpin oleh Ida Pedanda. Usai persembahyangan, selanjutnya dilanjutkan dengan acara tarian telek dengan menggunakan tapel yang baru saja diplaspas, kemudian tarian jauk manis, dan tari Barong dan Rangda yang merupakan sasuwunan ring Pura Ardha Nara Swari.

Rangkaian kegiatan berlanjut hingga hari minggu (27/5) yang merupkan acara terakhir dari piodalan di kampus ISI Denpasar. Kegiatan yang berlangsung pada hari terakhir ini tidak berbeda jauh dengan hari sebelumnya, yakni terangkai dalam acara persembahyangan serta pementasan tari-tarian. Dalam kegiatan ini turut mengundang seluruh mahasiswa, dosen, dan staf ISI Denpasar, maupun khalayak umum untuk menyaksikan balih-balihan berupa tari pendet dari mahasiswa asing, kemudian dilanjutkan dengan tari Wiranjaya, Tari Garuda Wisnu, Tari Selat Segara, dan Bondres. Pengunjung dibuat terhibur menyaksikan sajian tari-tarian terutama bondres yang mengusung cerita-cerita dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan dengan penuh gurauan. Demikianlah kegiatan rangkaian piodalan ISI Denpasar.

Comments are closed.