Presiden RI Sanjung ISI Denpasar

Presiden RI Sanjung ISI Denpasar

Jakarta- Presiden Konfederasi Swiss Doris Leuthard melakukan lawatan selama empat hari ke Indonesia, yakni Jakarta dan Surabaya pada 6-9 Juli 2010 guna meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua negara. Guna menyambut dan menghormati tamu negara Presiden Konfederasi Swiss, Doris Leuthard bersama delegasi dan para pengusaha asal Swiss, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi tuan rumah jamuan santap malam kenegaraan di Istana Negara, Rabu (7/7) malam. Didampingi Ibu Ani, suasana jamuan terasa sangat akrab, hangat dan bersahabat. SBY mengungkapkan rasa senangnya dapat menyambut kehadiran Presiden Swiss lewat suguhan tari nusantara. Diawali dengan tari penyambutan, Tari pendet yang dibawakan 9 penari cantik dari ISI Denpasar. Dilanjutkan dengan Tari Tifa dari NTT serta Tari Rampai dari Aceh.

Kehadiran ISI Denpasar ditengah-tengah acara jamuan tersebut karena undangan langsung dari Presiden, berkat keberhasilan ISI Denpasar dalam menyajikan garapan oratorium “Anggada Duta” saat pembukaan PKB ke-32 beberapa waktu lalu. Saat para penari dan penabuh serta Pembina mendapat kesempatan untuk foto bersama, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Presiden tak henti-hentinya menyampaikan ungkapan bangga dan terima kasih atas suguhan Tari Pendet yang dibawakan secara apik oleh ISI Denpasar. Ibu Presiden, Ani Yodoyono terus mengumbar senyumnya dan menanyakan apakah penari Pendet ini juga ikut menari saat Oratorium Anggada Duta? Saat menyampaikan bahwa semua penari pendet ini adalah pendukung garapan tersebut, Ibu Presiden menyampaikan bahwa garapan ISI Anggada Duta masih melekat dalam ingatannya, karena memiliki kesan dan pesan mendalam. Presiden RI pun sangat menyanjung dengan mengatakan bahwa “ISI selalu bagus, tolong bina terus, kembangkan seni dan budaya Bali, We love Bali”.

Moment ini pun tidak dapat dilupakan oleh para mahasiswa dan dosen ISI Denpasar. Dukungan ini tentu menjadi momentum bagi seniman Bali untuk mempertahankan seni budaya yang sudah diwarisi.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.