Program ISACFA Ditutup Dengan Pameran Internasional

Program ISACFA Ditutup Dengan Pameran Internasional

Pembukaan pameran ditandai pemotongan untaian bunga

Pembukaan pameran ditandai pemotongan untaian bunga

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen PS Tv dan Film ISI Denpasar).

Foto: Ketut Hery Budiyana, A.Md.

Denpasar- Penyelenggaraan program pertukaran seni budaya yang dikenal dengan International Studio for Arts and Culture FSRD-ALVA (ISACFA) selama 3 minggu berlangsung sukses. Acara yang berlangsung dari tanggal 6 Januari 2014 diakhiri dengan pameran internasional pada 24 Januari 2014 yang merupakan hasil karya mahasiswa dari University of Western Australia (UWA) selama belajar seni dan budaya di ISI Denpasar. Sebanyak 119 karya mahasiswa dipamerkan yang terdiri dari karya lukisan, fotografi, kramik dan video. Pameran berlangsung dari tanggal 24 Januari 2014 hingga 31 Januari 2014 bertempat di Gedung Pameran Kriya Hasta Mandala ISI Denpasar yang pembukaannya ditandai dengan penggutingan untaian bunga oleh Pembantu Rektor IV ISI Denpasar, I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn bersama Winthrop Professor Simon Anderson, Dekan Fakultas Arsitektur, Landscape, dan Visual Arts (Faculty of Architecture, Landscape, and Visual Arts) UWA.

Suasana Pameran ISACFA

Suasana Pameran ISACFA

Setelah membuka pameran acara dilanjutkan di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar guna mennyimak beberapa sambutan sekaligus menutup acara program ISACFA 2014. Dalam sambutannya Winthrop Professor Simon Anderson tidak dapat menyembunyikan rasa bangga atas kinerja para panitia dari ISI Denpasar. Perbedaan budaya tidak menjadi batasan bagi ISI Denpasar dan UWA, justru ini menjadi cambuk bagi kedua belah pihak untuk mengenal dan mempelajari budaya bangsa lain. Kedatangannya juga untuk melihat perkembangan dari program ISACFA yang sudah berjalan keempat kalinya serta menindaklanjuti kerjasama mengingat MoA (Memorandum of Agreement) akan berakhir bulan Juli ini dan MoU (Memorandum of Understanding) pada tahun depan. Prof. Simon menilai kegiatan ini sangat positif sehingga program kedepan perlu dirancang lebih baik lagi serta mempersiapkan program kegiatan lainnya untuk kemajuan kedua belah pihak.

Hal senada juga disampaikan Dekan FSRD ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M.Si. Dalam sambutan singkatnya Ni Made Rinu menghaturkan terimaksih yang tak terhingga kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan program ini, khususnya panitia, sehingga program ini dapat berlangsung setiap tahun dan dicanangkan setahun dua kali, mengingat meningkatnya minat mahasiswa untuk mengikuti program ini.

Sementara PR IV ISI Denpasar I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn mewakili Rektor ISI Denpasar sangat menyambut positif kegiatan ini dan berharap kegiatan ini mampu memperluas jaringan persahabatan dengan pertukaran kebudayaan dari masing-masing negara. Kegiatan ini adalah implementasi dari MoU antara ISI Denpasar dan UWA. Kedepan akan ada banyak kegiatan lagi yang bisa diimplementasikan sebagai  tantangan untuk meningkatkan diri serta bersaing di kancah internasional.

Kesan dan pesan positif juga disampaikan oleh salah satu peserta program ISACFA Susan Mc Dougall. Sementara raut bangga pun tak dapat disembunyikan olehnya koordinator ISACFA dari UWA, Prof. Paul Trinidad saat melihat hasil karya mahasiswa dalam pameran dan penampilan mahasiswa UWA saat menyanyikan lagu berbahasa Indonesia sebagai implementasi dari kelas bahasa Indonesia. Prof. Paul sangat optimis jika program ini sangat bermanfaat untuk mahasiswa UWA dan lembaga ISI Denpasar.

Acara diakhiri dengan makan malam bersama yang diwarnai dengan pemutaran film hasil karya peserta UWA sebagai hasil dari kelas Film dan Tv.

Comments are closed.