PS Seni Kriya ISI Denpasar Gelar Workshop “Penerapan Warna Pébéo pada Bahan Mixed Media”

PS Seni Kriya ISI Denpasar Gelar Workshop “Penerapan Warna Pébéo pada Bahan Mixed Media”

DSC_0076Kiriman : Ade Aprilia Puspayanti, Ni Kadek Ary Meilyani, Galih Sekar Sari, I Putu Nova Widiantara, dan I Gusti Ngurah Fajar Paramartha (Mahasiswa TV dan Film ISI Denpasar)

Pada tanggal 12 Desember 2014, Program Studi Kriya Seni ISI Denpasar mengadakan workshop “Penerapan Warna Pébéo pada Bahan Mixed Media” yang bekerja sama dengan Bali Cipta Seni. Workshop yang bertempat di Gedung Citta Hasta Mandala lantai III ISI Denpasar ini, mengundang langsung narasumber dari Prancis bernama Martine Marin. Kegiatan yang dimulai sekitar jam 9 hingga jam 3 sore ini, diawali dengan pembukaan dan pemberian sambutan oleh Ketua Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Pembantu Rektor III, Pembantu Dekan II dan III, kepala prodi Kriya Seni, serta seluruh mahasiswa FSRD.

Menurut Drs. Ketut Muka Pendet M.Si selaku Kepala Prodi Kriya Seni, workshop ini membutuhkan waktu 2 minggu untuk persiapan. Workshop yang baru pertama kali diadakan di ISI Denpasar ini, rencananya akan diadakan setiap tahun termasuk mengadakan lomba yang akan berlanjut dengan pameran hasil karya para mahasiswa. Andi Wirawan yang merupakan agen dari PT. Gading Murni, ikut membantu terlaksananya kerjasama antara ISI Denpasar dengan brand alat seni dan lukis yang bernama Pébéo ini.DSC_0227

“Acara ini sangat penting bagi mahasiswa jurusan seni, karena dalam workshop ini mahasiswa diajarkan mengenai penggunaan berbagai jenis material dalam pengaplikasian berbagai jenis karya,” ucap Kepala Prodi Kriya Seni ISI Denpasar tersebut. Acara ini juga tidak hanya sebatas komunikasi satu arah dari penceramah, para peserta pun ikut aktif dalam mencoba pengaplikasian Pébéo ini. Pada akhir acara, para peserta dikelompokkan berdasarkan prodi dan diajak untuk menciptakan beberapa karya dengan teknik yang berbeda.

Pengumuman pemenangpun disambut meriah dan antusias saat setiap kelompok mendapatkan hadiahnya masing-masing. Dengan teknik pemberian pelajaran seperti ini, mahasiswa diharapkan lebih terinspirasi untuk menerapkan ilmu baru dalam kehidupan sehari-hari.

Comments are closed.