PT Terkendala Pengisian Borang

PT Terkendala Pengisian Borang

SEMARANG- Perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta mengaku pesimistis untuk memenuhi target penyelesaian proses akreditasi pada 2012.
Pasalnya, selain karena menambah prodi baru di institusinya, pihaknya juga terkendala pengisian borang (lembaran pengecekan penilaian akreditasi dari BAN PT) sebagai syarat akreditasi.
’’Kalau proses akreditasi ditargetkan harus selesai 2012, jelas akan ada persoalan terutama pada pengisian borang yang dilakukan PT,’’ kata Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang Wijaya SH MHum, kemarin.
Pengisian borang memerlukan waktu lama, karena harus mengumpulkan data mahasiswa, kegiatan tri darma pendidikan, dan penelitian yang merupakan syarat proses akreditasi.
Wijaya menuturkan, perlu ada pengecualian bagi PT yang membuka prodi baru terutama pada 2010 dan 2011. Sebab, jangan sampai keinginan PT untuk berkembang dihambat  sebuah aturan. Karena itu, dia mengharapkan aturan yang diadakan untuk memenuhi target tersebut diarahkan pada inovasi yang lebih baik.
Perkembangan prodi baru saat ini memang sangat dinamis di mana PT terus melihat peluang untuk meningkatkan daya tampung. Apalagi bagi mereka yang telah beralih status dari dinaungi Kemenkes menjadi Kemendiknas. Dengan demikian, perkembangan ilmu tidak dapat dibendung.
Untag dalam waktu dekat akan membuka dua prodi baru dan mengajukan proses akreditasinya pada tahun 2011, sehingga sangat sulit untuk menyelesaikan pada tahun 2012.
BAN PT Wijaya menjelaskan, kendala lain di luar PT bisa saja terjadi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) sendiri. Apakah BAN mampu mengakreditasi semua prodi di Indonesia dan dapat melakukan visitasi untuk penilaian di tiap PT? Sementara yang sudah divisitasi  belum ada hasilnya. Karena itu, BAN perlu mengeluarkan perpanjangan sementara dengan berkoordinasi dengan Dikti.
Kendala serupa juga dialami Rektor Unissula Prof Dr Laode M Kamaluddin. Pihaknya menyatakan kurang setuju dengan target penyelesaian proses akreditasi pada 2012. Hal ini dianggapnya amat cepat.
"Beri waktu perguruan tinggi untuk mengisi borang akreditasi dan mengaktifkan kegiatan tri dharma PT, terutama pada prodi-prodi baru untuk menggairahkan kegiatan akademis," ujarnya.
Target dari Kemendiknas, jelas amat sulit diikuti. Kalau ini benar-benar diterapkan tanpa ada waktu perpanjangan, menjadi sebuah blunder bagi pemerintah. Itu artinya, pemerintah kurang merestui pengembangan seluruh perguruan tinggi, terutama yang berstatus swasta.
Ternyata tak hanya PT swasta yang kesulitan mematuhi aturan Kemendiknas. PT negeri juga mengeluhkan. Meski begitu, Rektor Undip Prof Dr dokter Susilo Wibowo menyatakan tidak mau pusing dengan aturan Kemendiknas.
"Kalau kami terpancang, pengembangan prodi yang benar-benar akademis tak akan bisa tercapai. Kami tetap menunggu hingga prodi-prodi baru meluluskan mahasiswa. Harusnya Pemerintah Pusat mengerti akan hal tersebut. Keterlambatan pengiriman borang ke pusat bukan dikarenakan kesalahan PT, melainkan kesalahan aturan dari pusat," tutur dia seraya menguraikan beberapa prodi baru yang dibentuk Undip, yakni Geologi dan Teknik Sistem Komputer. (K3,hdq-37)

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/02/128807/PT-Terkendala-Pengisian-Borang

Comments are closed.