Putra Putri ISI Loloskan Tiga Duta Kampus

Putra Putri ISI Loloskan Tiga Duta Kampus

Menjaring generasi berbakat, ISI Denpasar getol menggenjot mahasiswanya. Berbagai pembekalan terkait kesiapan generasi muda menjaga eksistensi tradisi, seni adat dan budaya ditengah kemajuan teknologi diupayakan melalui ajang pemilihan Putra Putri ISI 2018.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menyampaikan inovasi dalam mengenalkan kampus, juga berkontribusi kritis menghadapi tantangan di era milenial.

Ketua panitia, Gede Yoga Mudana menjelaskan, pemilihan Putra Putri ISI 2018 ini meloloskan 10 pasang finalis dari semester satu hingga semester lima. Pada ajang ini peserta melalui berbagai tahap seleksi, diawali dengan test tulis dan wawancara, selanjutnya yang lolos dikarantina untuk diberikan, seperti catwalk dan koreografi.

"Prosesnya berlangsung satu bulan, mereka diuji secara wawasan, penampilan dan juga sikapnya. 10 finalis ini sebenarnya pemenang, hanya saja yang terpilih sebagai Putra Putri ISI, dinobatkan sebagai ikon kampus," jelasnya.

Ia mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini mendapat dukungan yang cukup baik dari kampus. Pada kegiatan berikutnya berharap dukungan secara materi bisa ditambah, sehingga kegiatan ini berlangsung semakin baik dengan sekala yang lebih besar.

Mewakili Rektor ISI Denpasar, Wakil Rektor I menjelaskan, mahasiswa yang terpilih ini mengemban visi dan misi kampus, yang selanjutnya bisa digemakan pada skala yang lebih luas.

Menanggapi masukan untuk menambah bantuan dana, ia tak memungkiri hal tersebut menjadi harapan bersama. Untuk itu, ia berharap mahasiswa menunjukkan kualitasnya, sehingga peningkatan dana tersebut tepat sasaran.

"Harapan kami, kegiatan semacam ini mampung meningkatkan rangking kampus, selanjutnya finalis yang terpilih agat terus mengasah kemampuannya, sehingga bisa berprestasi baik dikancah nasional maupun internasional. Duta kami tahun lalu sempat menembus even internasional juga," jelasnya.

Mengenai peningkatan kualitas, Putra ISI 2017, IB. Rama Kusuma mengatakan cukup terlihat, dimulai dari kegiatan yang terkonsep hingga jumlah peserta yang meningkat.

"Kami selalu berupaya agar ada peningkatan kualitas setiap tahunnya," ujarnya saat menghadiri kegiatan.

Hal senada diungkap salah satu dewan juri, Ni Kadek Dwiyani, Ss., M.Hum. Menurutnya, peningkatan kualitas terlihat dari pemahaman finalis dalam menanggapi isu-isu yang terjadi pada lingkungan sekitar. 

"Termasuk saat karantina, selama masa pembekalan mereka tidak hanya memperkaya diri terkait materi penilaian, namum mereka juga terlibat dalam kegiatan sosial," ujarnya.

Dwiyani berharap, sebagai duta kampus, Putra Putri ISI dapat menjadi garda terdepan untuk menyuarakan visi misi institut yang dikaitkan dengan visi misi masing-masing finalis.

Dalam Pemilihan Putra Putri ISI 2018, meloloskan pasangan Ni Komang Ayu Tri Paramitha dari prodi Pendidikan Seni Pertunjukan dan I Gusti Ngurah Agung Jaya Pangestu prodi Produksi Film dan Televisi, dan Dewa Ayu Komang Triyana Mahadewi G.M dari prodi desain mode, sebagai Best in social media. 

Comments are closed.