Rektor Buka KKN ISI Denpasar Tahun 2011/2012

Rektor Buka KKN ISI Denpasar Tahun 2011/2012

Kiriman: Drs. I Wayan Mudra, Msn., LP2M ISI Denpasar.

Selasa, 2 Juli 2011, Rektor ISI Denpasar membuka sekaligus memberikan pengarahan  pada pembekalan KKN ISI Denpasar 2011 di kampus setempat. KKN ISI Denpasar tahun ini diikuti oleh 147 mahasiswa dari Fakultas Seni Rupa dan Desain dan Fakultas Seni Pertunjukan dari semua program studi yang ada. Pelaksanaan KKN kali ini seperti juga pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya merupakan upaya mengisi permintaan masyarakat yang telah melayangkan surat ke LP2M ISI Denpasar untuk mengadakan pembinaan seni di desanya. Hal ini merupakan salah satu indikasi bahwa peran ISI Denpasar dalam membangun kesenian di pedesaan sangat dibutuhkan. Laporan Panitia Pelaksana menyebutkan mahasiswa disebar di 3 kecamatan pada 2 kabupaten di Bali yaitu Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Klungkung. Di Kabupaten Tabanan mahasiswa di tempatkan di Banjar Adat Tinungan Desa Apuan Kecamatan Baturiti dan di Desa Surabrata Kecamatan Selemadeg, sedangkan di Kabupaten Klungkung ditempatkan di 4 desa yaitu di Desa Timuhun, Desa Nyanglan, Desa Bakas dan Desa Nyalian. Pelaksanaan KKN berlangsung selama sebulan penuh mulai 5 Agustus – 3 September 2011. Dalam penyusunan dan pelaksanaan program mahasiswa dibimbing oleh para dosen sesuai dengan prodinya masing-masing.

Pada pembukaan KKN tersebut Rektor ISI Denpasar mengingatkan dua hal penting yaitu do and don’t  yaitu apa yang boleh dilakukan dan yang mana tidak boleh dilakukan. Dengan menyampaikan pengalaman beliau sewaktu menjadi mahasiswa KKN, mahasiswa diajak untuk bisa berinteraksi dengan baik di masyarakat, mahasiswa harus siap dengan permintaan-permintaan nyata masyarakat dilapangan. Mahasiswa dihimbau jangan merasa rendah diri demikian juga sebaliknya. Mahasiswa juga dihimbau gunakan cara-cara komunikasi yang baik, hati-hati membuat program kegiatan dan selalu konsultasi dengan pembimbing. Karena bisa terjadi ide yang baik dapat menimbulkan konplik maka dari itu selalu pikirkan dampaknya dengan pembimbing, jaga nama baik kampus, jaga diri, tanyakan pada diri apa yang bisa saya lakukan. Dalam arahan lanjutannya yang tidak boleh dilakukan mahasiswa adalah jangan tinggi hati, mahasiswa harus bisa mengambil sikap, jaga prilaku, etika dan norma-norma masyarakat setempat, buat program yang berkelanjutan yang betul-betul dibutuhkan masyarakat. Jika program-program tersebut sesuai dengan kebutuhan urgensi masyarakat maka komunikasi dengan masyarakat akan terus berjalan sampai KKN tersebut usai.

Sedangkan Ketua LP2M dalam pembekalan tersebut menyampaikan berbagai hal  berkaitan dengan pelaksanaan KKN, diantaranya adalah mengarahkan mahasiswa jangan membuat program diluar bidang ilmunya masing-masing, mahasiswa butuh ketahanan mental dan spiritual, mahasiswa butuh kerjasama dengan aparat desa. Mahasiswa merupakan agen pembaharuan (agent of change), mahasiswa KKN bukan sebagai Agent of Development tetapi sebagai Agent of Empowerment.  Pada akhir arahannya Ketua Lp2M ISI Denpasar menyampaikan evaluasi mahasiswa dilihat dari kehadirannya dilapangan, ketepatan program dengan aplikasinya dan penilaian sudah dimulai sejak pembekalan dilaksanakan.

Sesi pembekalan selanjutnya diisi oleh Pembantu Rektor I ISI Denpasar. Beliau menyampaikan KKN masuk dalam kurikulum dengan 3 sks, 1 sks menghabiskan waktu 50 menit, jadi setiap minggu mahasiswa menghabiskan waktu 150 menit dalam 1 semester. Karena KKN ini pelaksanaannya dipadatkan tentu perhitungan dalam seminggunya menjadi berbeda. Selanjutnya PR I menyampaikan dalam KKN ini mahasiswa belajar memberdayakan masyarakat, KKN adalah ajang komunikasi perguruan tinggi (PT) dengan masyarakat tentang profile PT dan sumber daya yang dimiliki. KKN ini menjadi penting karena isu central yang muncul belakangan ini adalah “erosi budaya” yaitu merosotnya karakter bangsa terlihat dari bebagai konplik yang muncul di masyarakat. Maka dari itu pendidikan yang dapat membangun karakter bangsa perlu diberikan kepada siswa maupun mahasiswa misalnya melalui pendidikan budi pekerti. KKN adalah salah satu mata kuliah yang dapat membentuk karakter mahasiswa berkepribadian baik melalui pembelajaran berinteraksi dengan masyarakat. PR I menjelaskan 4 pilar ciri manusia berdasarkan UUD 1945 yaitu jujur, cerdas (intelek, emosional), tangguh dan toleransi. Banyak orang pintar namun sulit mencari yang jujur.

Sesi pembekalan terakhir sebelum penutupan diisi oleh Pembantu Rektor III ISI Denpasar yang membidangi kemahasiswaan. PR III menekankan jangan membuat janji, mahasiswa harus dapat mengukur kemampuan sendiri dalam menyusun program, sehingga pelaksanaannya sesuai dan tidak menimbulkan masalah. Masyarakat harus diberdayakan untuk membangun dirinya sendiri, mahasiswa diharapkan dapat bertindak sebagai koordinator kegiatan dan masyarakatlah yang diajak membangun desa dalam berbagai bidang seni. Bukan sebaliknya mahasiswa sibuk sendiri mengeluarkan dana, melaksanakan sendiri tanpa melibatkan masyarakat. Selama KKN mahasiswa dilarang untuk terjun dalam politik praktis.

Comments are closed.