Rektor Gagas Art Therapy Saat Penandatangan MOU dengan UK Maranatha

Rektor Gagas Art Therapy Saat Penandatangan MOU dengan UK Maranatha

Kiriman, Ni Ketut Dewi Yulianti SS., M.Hum., Dosen PS. Seni Karawitan.

Rektor Institut Indonesia (ISI) Denpasar ,Prof. Dr. I Wayan Rai S.,MA. Selalu mengatakan bahwa setiap MoU harus didahului dengan action. Hal ini terbukti dengan beberapa MoU yang telah ditandatangani, selalu diawali dengan sebuah kegiatan. Setelah menerima kunjungan delegasi dari Songkhla Rajabhat University Thailand dan Hebei Normal University China serta Universitas Kristen (UK) Maranatha Bandung pada 24 Mei lalu, Senin (28/5) ISI Denpasar dan UK Maranatha telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) bertempat di Ruang Sidang ISI Denpasar.

Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh para Pembantu Rektor dan pejabat struktural ISI Denpasar. “Kami sangat berterima kasih kepada UK Maranatha yang telah menjembatani jalinan kerjasama ISI Denpasar dengan Hebei Normal University China, yang telah datang ke kampus kami, serta penandatanganan MoU yang telah didahului dengan sebuah kegiatan. Rektor UK Maranatha adalah seorang dokter,lalu kami menggagas sebuah joint research bertajuk Art Therapy , dan mendapat sambutan positif dari Rektor Maranatha,”ujar Prof Rai ditemui seusai acara penandatanganan.

“Kami bangga sekali bisa berkolaborasi dengan ISI Denpasar, sebuah kampus dengan reputasi yang sangat positif. Dimana Bali merupakan icon budaya, dan ISI ada didalamnya. Kami juga segera akan memfollow-up joint research tentang Art Therapy yang disampaikan Prof.Rai,”papar Rektor UK Maranatha, Dr.dr. Felix Kasim,M.Kes. didampingi PR 3 Gai Suhardja,PhD.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hebei Normal University China didampingi UK Maranatha dan juga Songkhla Rajabhat University Thailand yang berkunjung ke ISI pada 24/5 lalu, berkesempatan menyaksikan ujian Tugas Akhir (TA) Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), yang juga dihadiri oleh tiga anggota DPD RI; Hamdhani S.IP, Aryanthi Baramuli Putri, serta Prof.Dr. John Pieris, yang sangat terkesan dengan penampilan mahasiswa FSP dalam karya tugas akhir mereka.

            “Dua karya terbaik mahasiswa akan diminta untuk tampil dalam sebuah acara penting, dan ketiga anggota DPD ini akan kembali ke ISI Denpasar untuk bahas kerjasama. Ujian TA yang selalu melibatkan masyarakat sebagai pendukung, merupakan sesuatu yang sangat menarik, sebagai bukti bahwa ISI Denpasar adalah milik masyarakat.”ujar Dekan FSP, I Ketut Garwa,S.Sn.,M.Sn.

Comments are closed.