RI-Australia Bentuk Kemitraan Pelatihan Pengelolaan Sekolah

RI-Australia Bentuk Kemitraan Pelatihan Pengelolaan Sekolah

Jakarta ---   Sampai saat ini masih sering ditemui penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak tepat waktu. Padahal, BOS diberikan untuk mendukung otonomi  sekolah, sehingga bisa menyelenggarakan pendidikan dengan baik. Untuk membantu mengatasi kendala-kendala yang sering dialami di lapangan dalam penyaluran dana BOS, pemerintah Indonesia dan Australia (melalui AusAID) berinisiatif membentuk suatu Kemitraan Pendidikan.

Salah satu komponen yang akan dibantu melalu kemitraan pendidikan ini adalah manajemen kabupaten dan sekolah/madrasah, termasuk pelatihan BOS. Pelatihan ini akan mengundang 656.073 orang yang berasal dari 218.681 sekolah dan madrasah, negeri dan swasta. Masing-masing sekolah dan madrasah mengirimkan tiga orang, yaitu kepala sekolah, bendahara, dan perwakilan masyarakat di komite sekolah atau tim BOS sekolah.

"Pelatihan ini akan dilakukan kepada seluruh sekolah dan madrasah setingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia, yang tujuannya adalah peningkatan tata kelola dan akuntabilitas sekolah/madrasah agar dapat memanfaatkan dana BOS dan sumber lainnya di sekolah secara efektif, efisien, dan akuntabel," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar saat memberikan laporan dalam rangka pembukaan acara pelatihan BOS tahun 2011 bantuan pemerintah Australia, di Gedung Kemdiknas, Selasa (7/06).

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, adanya pelatihan ini perlu untuk meningkatkan kemampuan mengelola sekolah. "Karena kewenangan tanpa kemampuan mengelola, hasilnya tidak akan baik," katanya.

Pelatihan secara masif ini dilakukan 7-9 Juni 2011 dengan melatih 60 master trainer terlebih dahulu. Calon master trainer diambil dari unsur LPMP, Pusdiklat Kemenag, Kepala dan Pengawas Sekolah, Perguruan Tinggi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdiknas dan staf perwakilan dari Dit Pembinaan SD, Dit Pembinaan SMP dan Dit Madrasah Kemenag.

Selanjutnya, akan diberikan tambahan pelatih sebanyak 1.379 orang di tingkat kabupaten/kota, yang akan dilakukan di empat region, yaitu Batam dan Surabaya (14-17 Juni) dan Makassar dan Bogor (4-7 Juli). Setelah itu baru akan disosialisasikan ke sekitar 656.073 pemangku kepentingan pendidikan dasar di seluruh Indonesia.

Diharapkan, pada Oktober 2011, pelatihan kepada sekolah/madrasah di seluruh kabupaten/kota sudah selesai. Pelatihan ini didanai oleh dana hibah dari pemerintah Australia sebesar AUS$26 juta (Rp234 miliar).  Dana tersebut bagian dari bantuan Australia AUS$500 juta (Rp4,5 triliun) yang ditujukan untuk membantu pencapaian program-program prioritas RENSTRA 2010-2014, yaitu untuk pencapaian akses yang merata bagi pendidikan hak belajar pendidikan dasar sembilan tahun, dan memperbaiki kualitas pendidikan di seluruh sekolah setingkat SD dan SMP, termasuk madrasah.

Selain pelatihan untuk penyaluran dana BOS, pelatihan ini juga digunakan untuk pelatihan pendidikan karakter. Mendiknas meminta, agar dalam pendidikan karakter yang akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah harus menanamkan tiga hal. Pertama, harus ditanamkan karakter saling menghargai, menghormati dan mengasihi, sehingga kekerasan bisa hilang dari sekolah. Kedua, karakter yang menimbulkan kepenasaranan intelektual, dan yang ketiga, karakter yang menimbulkan kecintaan dan kebanggaan menjadi warga negara Indonesia.

Sumber: kemdiknas.go.id

Comments are closed.