Sembilan Mahasiswa ISI Denpasar Siap Harumkan Bali dalam Peksiminasi XIV 2018

Sembilan Mahasiswa ISI Denpasar Siap Harumkan Bali dalam Peksiminasi XIV 2018

Sembilan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar siap berlaga dalam Pekan Seni Mahasiswa tingkat Nasional (Peksiminasi) XIV 2018 di Yogyakarta, 15 s.d. 21 Oktober 2018. Mereka tergabung dalam duta Bali bersama 27 orang mahasiswa dari 9 perguruan tinggi lainnya.

Sembilan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar siap berlaga dalam Pekan Seni Mahasiswa tingkat Nasional (Peksiminasi) XIV 2018 di Yogyakarta, 15 s.d. 21 Oktober 2018. Mereka tergabung dalam duta Bali bersama 27 orang mahasiswa dari 9 perguruan tinggi lainnya.

“Kami mengikuti lima jenis lomba dalam kegiatan ini, yakni di tari, menyanyi tunggal keroncong putri, lukis, fotografi hitam putih, dan komik,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni ISI Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes dalam pelepasan duta Bali untuk Peksiminasi XIV 2018 di Kampus ISI Denpasar, Kamis (11/10).Akademisi yang juga merupakan Ketua Pengurus Daerah Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (Pengda BPSMI) Bali itu mengatakan, ajang yang digelar tiap tahun itu akan diikuti delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia. Untuk itu, pihaknya telah melakukan persiapan semaksimal mungkin selama hampir empat bulan terakhir. Melalui persiapan tersebut, duta Bali diharapkan dapat memberikan hasil maksimal, menjaga nama Bali sebagai salah satu pusat seni budaya di Indonesia.“Seluruh delegasi saya harapkan bisa tetap semangat, jangan kendor agar bisa menjaga nama Bali sebagai pusat seni di Indonesia. Khususnya di seni tari, dimana tiap tahunnya kita selalu mendapatkan nomor (podium juara, red),” katanya.Gubernur Bali yang dalam kesempatan tersebut diwakili Asisten I Sekda Provinsi Bali, Dr. IB Kade Subhiksu menyatakan hal senada. Dalam sambutan yang dibacakan dalam bahasa Bali dinyatakan, selain menguasi ilmu pengetahuan dan sastra, mahasiswa juga sangat perlu menguasai dan mengasah aspek seni dan budaya dalam dirinya.“Dengan menguasai dan memahami seni dan budaya, kita mampu menangkal derasnya arus globalisasi. Momentum ini hendaknya juga dijadikan momen mengembangkan wawasan dan meningkatkan pengalaman karena akan bertemu mahasiswa lainnya dari berbagai pelosok Indonesia. Jadi bukan semata-mata bisa menjadi pemenang,” ungkapnya jika  diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Drs. I Wayan Sitrawan, M.Pd menambahkan, para peserta yang terpilih sebagai kontingen Bali dalam gelaran tersebut telah melewati sejumlah rangkaian seleksi ketat. Seleksi, imbuhnya, juga mempertimbangkan aspek prestasi yang ditandai dengan penyertaan piagam maupun sertifikat penghargaan.“Total tim kita ada 67 orang yang terdiri dari 28 pembina dan 36 peserta dari 10 perguruan tinggi di Bali yakni ISI Denpasar, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, IKIP PGRI Bali, Undiknas, Stikom Bali, Undiksha, Politeknik Negeri Bali, dan IHDN Denpasar,” jelasnya

Comments are closed.