Seminar Dan “Workshop” Surinamese-Javanese Music & Gamelan Gong Kebyar

Seminar Dan “Workshop” Surinamese-Javanese Music & Gamelan Gong Kebyar

Di tengah-tengah kesibukan kampus dalam melakukan latihan  persiapan “ngayah” sebagai implementasi pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang ketiga yaitu pengabdian masyarakat, upaya untuk mencapai visi ISI Denpasar untuk go internasional juga tetap  dilakukan secara intensif. Sebelumnya rombongan kesenian ISI Denpasar telah diundang untuk pementasan tarian di Moscow,  Senin, 27 September kemarin Fakultas Seni Pertunjukan  jurusan Karawitan, menggelar kembali Seminar dan “Workshop” internasional  yang bertajuk “ Surinamese-Javanese Music (Unfinished Gamelanmusic Transfer ) & Gambelan Gong Kebyar” dengan pembicara Harrie Djojowikromo, seorang Imigran asal Jawa generasi ketiga yang lahir dan menetap di Suriname, serta I Wayan Suharta, S.Skar., M.Si. dari Jurusan Karawitan ISI Denpasar. Seminar sehari yang dihadiri oleh sekitar 90 orang terdiri dari dosen, mahasiswa Jurusan Karawitan dan Pedalangan ini, sangat menarik sehingga mengundang demikian banyak pertanyaan dari mahasiswa.

Harrie mengatakan bahwa kehadirannya di kampus ISI Denpasar adalah untuk yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya pada tanggal 3 September 2008 dan tanggal 24 September 2009, Harrie yang sangat tertarik dan antusias melakukan penelitian Surinamese-Javanese Music ini juga menjadi pemakalah di kampus ISI Denpasar. Di sela-sela pemaparan makalahnya, Harrie menghimbau mahasiswa ISI Denpasar untuk tetap semangat dalam mempelajari serta melestarikan kebudayaan yang dimiliki Bali khususnya, Indonesia pada umumnya. Harrie sangat menyayangkan pudarnya eksisitensi Surinamese-Javanese music ini yang disebabkan kurangnya pengetahuan generasi muda di sana tentang musik, sehingga muncul kesan “suka-suka” dalam mempelajari gambelan tersebut. Jika kita tidak tahu budaya kita sendiri, bagaimana kita bisa ikut melestarikannya, tanyanya retoris. Pemakalah kedua, I Wayan Suharta membawakan paper yang merupakan hasil penelitiannya yang berjudul Signifikansi Bahasa Inggris dalam Proses Belajar Mengajar Gong Kebyar bagi Mahasiswa Asing dalam Upaya ISI Go Internasional.

Sebagai moderator sekaligus interpreter Ni Ketut Dewi Yulianti,S.S., M.Hum. menghimbau semua mahasiswa untuk bertanya dalam Bahasa Inggris, karena hal ini juga merupakan salah satu cara untuk mencapai visi ISI Denpasar untuk go internasional, ujarnya. Antusiasme mahasiswa dan dosen dalam mengikuti seminar sehari ini tercermin dari pertanyaan dan masukan yang sangat qualified bagi kedua pemakalah, diantaranya muncul kekaguman salah satu mahasiswa akan upaya Harrie dalam melestarikan budaya masyarakat Jawa yang ada di Suriname, Amerika Selatan. Mahasiswa juga sangat antusias dengan pertanyaan tentang parameter untuk ISI Denpasar go internasional.

Pembantu Rektor IV, I Wayan Suweca, SSKar., M.Mus. yang membuka seminar dan workshop ini  menyampaikan terima kasih kepada Harrie Djojowikromo yang telah membawakan makalahnya, serta kekagumannya pada semua mahasiswa yang telah mengikuti seminar dengan antusias dan menyampaikan pertanyaan dan pendapat dalam bahasa Inggris. Atmosfir seperti ini hendaknya dipertahankan, bahkan ditingkatkan demi kemajuan serta kesuksesan kita bersama, ujarnya memaparkan.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.