Studi Desain Interior Rumah Tinggal Tradisional Bali Age (Bali Pegunungan)

Studi Desain Interior Rumah Tinggal Tradisional Bali Age (Bali Pegunungan)

Oleh : Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn., Jurusan Desain., FSRD., DM Pusat 2007

Abstract penelitian

Desain interior adalah bidang ilmu baru yang sedang berkembang dan memiliki prospek yang cukup luas pada era modern ini. Semakin modern perkembangan budaya dan kehidupan maka bidang ini akan semakin diperlukan. Akhir-akhir ini pembangunan dan renovasi rumah tinggal cendrung mengabaikan kaidah-kaidah estetika (tujuan akhir dalam bidang seni rupa dan desain). Hal tersebut terlibat pada penurunan derajat keberaturan unsur-unsur desain pada setiap desain interior banguan baik yang direnovasi maupun pada bangunan baru. Untuk meningkatkan derajat keberaturan dalam bidang desain interior ini dapat dicapai dengan meningkatkan derajat repetisi, redundansi, reduksi, simetri disamping menerapkan dasar-dasar desain secara umum. Apabila pengolahan derajat keberaturan keempat unsur ini maksimal, maka desain tersbut akan memiliki kualitas estetika yang baik.

Kosep ruang tradisional Bali age adalah konsep ruang sederhana yang diterapkan dengan mengutamakan fungsi dan lingkungan, Fungsi-fungsi ruangnya mengacu pada situasi dan kondisi aktivitas penghuni pada saat itu sehingga melahirkan konsep ruang seperti yang diwarisi sekarang. Cukup banyak Desa yang dapat dijadikan subyek penelitian seperti di daerah Sidatapa, Tigawasa, Sembiran, Julah, Sukawana, Tenganan, Bugbug, Penglipuran, Binyan, dan Pengotan. Namun keterbatasab waktu untuk melakukan penelitian maka sesuai dengan metode yang digunakan (purposive sample) maka Desa-desa yang dipilih adalah Sidatapa, Julah, Tenganan, Bugbug dan Pengotan. Desa-desa ini ada yang telah dikenal luas seperti enganan, namu ada juga yang belum dikenal secara luas Desa Pengotan.

Desain interior rumah tinggal tradisional Bali Age menggunakan pola-pola yang sederhana, dengan jenis banguan yang sederhana pula. Bangunannya hanya terdiri dari 1-6 masa bangunan dengan interior yang tidak memiliki banyak level. Lebih banyak menggunakan bentuk-bentuk segi empat dan tidak ditemukan adanya bentuk-bentuk  lingkaran seperti yang dipoergunakan pada desain interior yang berkonsep geosentris.. Konsep rumah tinggal Bali Age pada umumna menggunakan konsep linear dan grid atau telah berkonsep kombinasi antara keduanya. Konsep ini mengacu pada konsep ruang abad pertengahan dengan pola segi empat. Sebagain besar menggunakan konsep Hulu-Teben atau dikenal dengan konsep Kaja-Kelod (gunug-laut). Rempat yang lebih suci berada di hulu sedangkan tempat yang lebih kotor ditempatkan pada daerah teben. Bentuk Desain interior rumah tinggal tradisional Bali Age adalah menggunakan bentuk –bentuk segi empat dan segi empat panjang. Kosep Modern saat ini lebih banyak menggunakan konsep minimalis pada pengembangannya. Konsep ini mengutamakan funsi dan efisiensi ruang untuk memudahkan  perawatan dan meminimalisir biayanya. Model rumah tinggal tradisional Bali Age memiliki tuntutan ruang  yang diperlukan pada era modern ini

Comments are closed.