Studi Desain Interior Rumah Tinggal Tradisional Bali Madya (Bali Arya)

Studi Desain Interior Rumah Tinggal Tradisional Bali Madya (Bali Arya)

Oleh: A.A. Gede Rai Remawa, M.Sn. Jurusan Desain, FSRD, DIPA 2008

Abstrak Penelitian

Desain interior adalah bidang ilmu baru yang sedang berkembang dan memiliki prospek yang cukup luas pada era modern ini. Semakin modern perkembangan budaya dan kehidupan maka bidang desain ini akan semakin diperlukan, untuk memberikan berbagai kemudahan berbagai aktivitas kehidupan di dalam rumah tinggal. Belakangan ini pembangunan dan renovasi rumah tinggal cenderung mengabaikan kaidah-kaidah estetika (tujuan akhir dalam bidang seni rupa dan desain). Hal tersebut terlihat pada penurunan derajat keberaturan unsur-unsur desain pada setiap desain interior  bangunan baik yang direnovasi maupun pada bangunan baru.

Fenomena desain interior masa lalu secara logis dapat dijadikan pengalaman untuk mengembangkan desain interior di masa yang akan datang. Ketaatan desainer masa lalu untuk mengikuti peraturan-peraturan bangunan terlihat lebih baik apabila dibandingkan dengan kondisi saat ini. Hal ini terjadi akibat kolektivitas budaya agraris yang membimbing masyarakat untuk tunduk pada peraturan dan ajaran (Hindu). Budaya ini bertentangan dengan era sekarang yang didominasi individualitas kapitalis yang mengabaikan aturan-aturan masa lalu. Dalam konsep Bali telah dirumuskan bahwa masa depan adalah akibat dari masa kini dan masa lalu yang dikenal dengan sebutan Tri Semaya (Atita, Wartamana dan Nagata).

Konsep ruang rumah tinggal tradisional Bali Madya (Bali Arya) adalah konsep ruang yang dikembangkan dari konsep ruang Bali Age (Bali Pegunungan) dengan konsep ruang era masuknya Majapahit ke Bali yang mengalami keemasannya pada masa Dalem Waturenggong. Konsep ruang ini diterapkan dengan mengutamakan fungsi dan lingkungan. Fungsi-fungsi ruangnya mengacu pada situasi dan kondisi aktivitas penghuni pada saat itu sehingga melahirkan konsep ruang seperti yang diwarisi sekarang. Keterbatasan waktu untuk melakukan penelitian maka sesuai dengan metode yang digunakan (purposive sample) maka Desa-desa yang dipilih adalah yang berada di Kecamatan Gianyar seperti: Sukawati, Gianyar, Blahbatuh, Tegallalang, Ubud, Payangan dan Tampaksiring.

Penelitian ini akan dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang dianalisis dari sudut pandang desain interior untuk mengetahui desain ruang Bali Madya dan melihat secara cermat tingkat keberaturan desain yang ada pada data lapangan dan dinilai secara visual. Pembuktian akan dilakukan dengan melihat konsep dan derajat keberaturan unsur-unsur desain pada desain rumah tinggal tradisional Bali Madya (Bali Arya) khususnya yang menyangkut keberaturan garis dan bidang. Pengkhususan penelitian ini dilakukan untuk memperdalam dan mempertajam penelitian sehingga diperoleh hasil yang  dapat  mengembangkan materi dasar untuk kepentingan konservasi, pengembangan pembangunan rumah tinggal dan pengkayaan materi pembelajaran.

Keyword: Konsep ruang, Bali Madya, dan Keberaturan

Comments are closed.