Study Ekskursi FSRD ISI Denpasar ke Surakarta

Study Ekskursi FSRD ISI Denpasar ke Surakarta

Perkokoh Identitas dan Jatidiri Bangsa Lewat Seni

Ditengah perayaan banyupinaruh 26 september 2010 yang lalu, jajaran dosen, mahasiswa, dan staf administrasi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar bertolak ke kota Surakarta Jawa tengah dalam rangka pelaksanaan program study ekskursi 2010, sebagai bagian dari sebuah proses perjalanan pendidikan di perguruan tinggi seni. Ketua panitia pelaksana kegiatan Drs D A Tirta Ray, M.Si dalam pidato laporannya pada saat pembkaan kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 98 orang mahasiswa dari berbagai jurusan dan program studi di lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Selain itu, sebanyak 18 0rang dosen dan 5 orang pegawai juga terlibat dalam acara yang digelar selama empat hari tersebut. Tirta Ray juga menegaskan bahwa dalam acara tersebut diselenggarakan berbagai kegiatan dan aktivitas kesenian seperti Pameran yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan, workshop melukis wayang kaca yang diikuti oleh mahasiswa jurusan seni murni, kriya seni dan interior. Workshop desain  workshop fotografi   dan sesi pemotretan model yang dikuti oleh mahasiswa fotografi dan desain komunikasi visual. Adapun tujuan ini menurut Tirta Ray adalah untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa sehingga mereka dapat mengetahui konsep nyata yang bisa diterapkan dalam kegiatan berkesenian sesungguhnya, selain juga para mahasiswa dapat mendapat ketrampilan yang singkat namun bermanfaat dan mendapatkan inspirasi dari apa yang mereka saksikan di kota Surakarta.

Selanjutnya pada tanggal 29 september 2010 dilaksanakan studi lapangan ke beberapa candi diantaranya candi mendut, candi pawon, candi Borobudur, candi ratu boko, keraton solo dan keraton Yogyakarta. Di akhir sambutannya, Tirta Ray yang juga pembantu dekan III Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar juga berharap bahwa keberangkatan para peserta yang bertepatan dengan hari banyupinaruh yang disucikan oleh umat Hindu dapat memberikan dampak positif bagi para peserta. Mengingat banyupinaruh bermakna mensucikan pikiran melalui ilmu pengetahuan. Makadari itu pelaksanaan studi ekskursi bertepatan dengan banyupinaruh merupakan salah satu cara bagi mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain untuk mensucikan pikiran dengan jalan belajar  keluar melalui kegiatan studi ekskursi.

Dalam acara pembukaan kegiatan, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, M.Si menyambut baik  kegiatan positif yang diupayakan oleh mahasiswa FSRD , karena kegiatan seperti Pameran, workshop dan studi lapangan sangat penting untuk diikuti oleh para seniman muda karena hal tersebut merupakan wujud implementasi  dari proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan mutu akademik dan proses berkesenian mahasiswa. Menurut Rinu, Proses kreatif berkesenian membutuhkan eksplorasi yang panjang, luas dan dalam, mengingat  ruang kreasi estetis yang telah tercipta di depan mahasiswa sangat beragam dan telah menjadi sumber – sumber pengembangan wawasan hingga kini. Selain itu, Dekan FSRD juga berpesan agar para mahasiswa dapat menyajikan nilai insintrik dan eksintrik lewat karya seni kepada khalayak luas dan agar di FSRD ISI Denpasar dapat lahir pemikir seni dan praktisi seni yang professional dan berkepribadian.

Rektor ISI Denpasar Prof. I Wayan Rai S. MA dalam acara pembukaan kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan pameran dalam studi ekskursi tersebut merupakan sebuah ajang yang sangat baik sebagai bentuk pertanggung jawaban public sejauhmana pergulatan akademik  dan proses kreatif yang disuguhkan mampu menggugah apresiasi dikalangan mahasiswa dan masyarakat dalam arti luas. Prof Rai juga menegaskan kepada mahasiswa ISI Denpasar agar dapat menjalin hubungan, komunikasi dan kerjasama yang baik dengan ISI Surakarta dimana kegiatan tersebut diselenggarakan dalam upaya memperkokoh  jati diri bangsa. Karena menurut Prof. Rai sudah semestinya apa yang menjadi isu tentang karakter bangsa harus dijawab melalui prestasi akademik dan ketinggian moralitas yang dibentuk melalui pendidikan kesenian.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Comments are closed.