Tabuh Kreasi Pepanggulan Gamelan Smarandhana “Lemayung”, Bagian I

Tabuh Kreasi Pepanggulan Gamelan Smarandhana “Lemayung”, Bagian I

Kiriman I Nyoman Kariasa, Dosen PS Seni Karawitan

1. Pendahuluan

Lemayung adalah sebuah komposisi karawitan Bali yang menggunakan gamelan Smarandhana sebagai media ungkap. Komposisi ini berbentuk  tabuh kreasi pepanggulan. Sebelum membicarakan Tabuh kreasi pepanggulan, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu tabuh kreasi. Tabuh kreasi adalah komposisi karawitan Bali yang diaransir baru, kendatipun unsur–unsur materi tradisinya  masih sangat menonjol, yang dikreasikan adalah unsur–unsur musik yang melekat didalamnya seperti isi, teknik permainan, tempo, dinamika dan lain-lain. Sedangkan pepanggulan berasal dari kata panggul yang artinya alat untuk memukul gamelan. mendapat awalan pe- dan akhiran –an menjadikan kata “pepanggulan”.  Kata ini dalam karawitan Bali berarti menabuh memakai panggul yang lebih menekankan kepada tungguhan kendang.

Sebagai perbandingannya seperti adanya  Tabuh Kreasi Kekebyaran dan Tabuh Kreasi Lelambatan. Tabuh Kreasi Kekebyaran yaitu komposisi karawitan yang bentuk dan unsurnya diaransemen baru yang diilhami oleh pola-pola kekebyaran dan tentu saja  menggunakan Gong Kebyar sebagai media ungkap. Sedangkan Lelambatan Kreasi adalah komposisi karawitan yang mengkreasikan atau mengaransemen bentuk dan unsur- unsur tabuh lelambatan klasik sehingga nampak baru. Penggunaan tungguhan kendang dan trompong sangat menentukan jenis komposisi yang dimainkan. Tabuh Kreasi Kekebyaran menggunakan kendang gupekan (kendang yang dipukul dengan tangan) dan tidak menggunakan tungguhan trompong. Walaupun tungguhan ini digunakan dalam menyajikan tabuh kreasi, hal ini hanyalah sebagai kebutuhan estetis dan bukan berfungsi sebagaimana halnya dalam tabuh lelambatan selaku tungguhan penandan gending yang membawakan melodi. Dalam Tabuh Lelambatan kendang yang digunakan adalah kendang cedugan yaitu kendang yang ukurannya lebih besar dan menggunakan panggul untuk membunyikannya, dan tentu saja menggunakan tungguhan trompong yang  kehadirannya mencirikan  bahwa tabuh yang dimainkan adalah Tabuh Lelambatan.

Tabuh Kreasi Pepanggulan boleh dikatakan  mengadopsi atau diilhami oleh kedua jenis komposisi diatas.  Yang dimaksudkan mengadopsi disini adalah Tabuh Kreasi Pepanggulan menggunakan seluruh tungguhan yang ada dalam barungan Gong Kebyar termasuk trompong, kendang cedugan, bebende dan kempli, yang mana tungguhan ini merupakan tungguhan penentu dalam memainkan gending-gending lelambatan. Akan tetapi Tidak menggunakan bentuk, struktur, dan hukum-hukum lelambatan.   Sedangkan pengadopsian dari Tabuh Kekebyaran terletak pada motif pukulan instrumen garap seperti gangsa, kendang, dan reyong. Jadi Tabuh Kreasi Pepanggulan adalah komposisi karawitan yang menggunakan kaedah-kaidah lelambatan dan kaedah-kaidah kekebyaran dalam penggarapannya. Adapun pementasannya dalam ajang Festival Gong Kebyar, Tabuh Kreasi Pepanggulan digunakan untuk mengganti nomer Tabuh Lelambatan Kreasi. Di dilihat dari pola garap dan penyajiannya Tabuh Kreasi Pepanggulan lebih cendrung mengarah ke lelambatan.

2. Gamelan Semarandhana

Gamelan Smarandhana adalah sebuah barungan gamelan Bali yang dibuat pada tahun 1988 oleh seorang empu karawitan Bali yaitu I Wayan Berata. Pembuatan gamelan ini merupakan keberlanjutan dari Gamelan Genta Pinara Pitu yang mengabungkan antara gamelan Gong Kebyar yang merupakan gamelan berlaras pelog lima nada  dan gamelan Semar Pegulingan yang berlaras pelog tujuh nada. Secara tungguhan gamelan ini sama dengan gamelan Gong Kebyar. Hanya saja masing-masing tungguhan kelompok gangsa, reyong dan trompong (tungguhan melodik) mendapat dua tambahan nada pada angkep (oktaf) ke-dua.

Tabuh Kreasi Pepanggulan Gamelan Smarandhana “Lemayung”, Bagian I, Selengkapnya

Comments are closed.