Tampil Semarak Dalam Pembukaan Pkb 2012

Tampil Semarak Dalam Pembukaan Pkb 2012

Kiriman Ni Ketut Dewi Yulianti, Dosen PS. Seni Karawitan.

            Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar selalu tampil semarak dalam setiap pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB). Untuk pembukaan PKB tahun ini, ISI Denpasar tampil dengan Adi Mredangga” dan Tari ”Siwa Nataraja” di depan Monumen Bajra Sandi, Renon Denpasar. Acara pawai pembukaan PKB yang dihadiri oleh Presiden SBY beserta beberapa menteri ini dilaksanakn pada hari Minggu sore (10/6), dan malam harinya, dilanjutkan dengan acara pembukaan di panggung terbuka Arda Candra, Art Center.

            Pada acara pembukaan ini, ISI Denpasar juga menampilkan Tari Bali Dwipajaya, yang merupakan tari kebesaran Provinsi Bali, yang digagas oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika beserta Ibu Ayu Pastika dan digarap berdasarkan interpretasi estetis oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, dengan pengarah I Ketut Suastika, SH (Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali). Tarian yang ditarikan oleh mahasiswa ISI dan siswa SMKN3 Sukawati ini memukau seluruh penonton yang memenuhi panggung terbuka tersebut. Suara merdu yang dikumandangkan paduan suara ISI Denpasar menambah suasana indah dan semarak malam itu.

            Puncak kekaguman Presiden SBY, serta seluruh undangan dan juga masyarakat yang menyaksikan acara tersebut adalah ketika ISI Denpasar menampilkan oratorium Purusadasantha, yang mengisahkan zaman kejayaan Majapahit dinasti Maharaja Rajasanegara atau Hayam Wuruk. Buah ikrar Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada berhasil mengukuhkan mosaik nusantara. Untuk merekat keragaman wilayah taklukan Majapahit itu, raja Hayam Wuruk menitahkan pujangga keraton, Mpu Tantular, menggubah karya sastra yang bermuatan kedamaian dan cinta kasih. Mpu Tantular mempersembahkan karya ciptanya sebuah puisi lirik berjudul “Purusada” yang bertutur tentang seorang pangeran bernama Sutasoma yang memerangi kekerasan dan permusuhan dengan kebeningan nurani dan kasih persahabatan.

            Surprise indah yang diberikan ISI Denpasar kepada Presiden dan seluruh masyarakat Bali, dengan menampilkan kreasi berupa gajah yang dikendarai oleh Purusada. Tak pelak, seluruh penonton memberi aplaus luar biasa. Pada akhir pementasan, dibentangkan bendera merah putih, setelah parade tarian dari berbagai daerah di Indonesia.Gemuruh tepuk tangan memenuhi panggung terbuka Arda Chandra, saat Presiden SBY tampil ke panggung untuk berfoto dengan para penari ISI Denpasar, didampingi Rektor beserta dosen ISI Denpasar.

            Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A. mengatakan,"Saya banyak menerima telepon dan sms, setelah acara semalam, seluruh kredit saya serahkan kepada mahasiswa, dosen, dan seluruh pihak yg telah membantu"Saya ucapkan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Gubernur Bali, mahasiswa dan dosen, serta seluruh pihak yang membantu suksesnya pementasan ISI. ISI telah memberikan usaha yg maksimal, mengenai hasil kerja keras kami biarlah masyarakat yg menilai. Menurut pengakuan salah satu rekan yg mendengar presiden berkata "ISI selalu bagus" Tentu setiap mata yang menyaksikan acara tersebut pasti setuju dengan ucapan Presiden SBY. Selamat, dan sukses selalu ISI Denpasar!

Comments are closed.