Teknik Kekendangan Gupekan Nunggal

Teknik Kekendangan Gupekan Nunggal

Kiriman Tri Haryanto, SKar., MS.i. Dosen PS. Seni Karawitan ISI Denpasar.

Sesuai dengan program yang telah dijalankan dalam program ini, dapat dibahas beberapa hal penting dalam penguasaan kendang Nunggal Gupekan. Disadari betul bahwa penguasaan teknik dimaksud tidak saja hanya dapat dipraktekkan semata, tetapi bagaimana menterjemahkannya dalam berbagai konteks yang ada. Beberapa yang dapat diungkap antara lain:

Tategak/Sikap

Sebelum memulai mempraktekkan bermain Nunggal Gupekan, tategak/sikap pengendang menjadi hal yang harus dipahami betul karena bagaimanapun juga berpengaruh terhadap kandungan estetika. Fase ini menjadi bahasan paling awal karena bermain kendang tentu tidak hanya dinikmati secara audio saja, tetapi bagaimana seorang pengendang dapat tampil secara performan di atas pentas sesuai dengan kaidah-kaidah tukang kendang.

Berdasarkan proses latihan/magang yang dilakukan tersebut, untuk memainkan kendang Gupekan harus dipangku di atas paha dalam posisi duduk bersila dengan kaki kiri berada di luar/di depan. Untuk  lebih jelasnya dapat dilihat sesuai dengan gambar berikut.

Sikap kaki kiri di depan. Posisi ini jelas memiliki perbedaan dengan memainkan kendang kakebyaran dengan posisi kaki kiri dilipat di depan. Alasan mengapa kaki kiri didepan, karena dari sudut penempatan kaki akan membantu kendang tidak banyak bergerak, dan posisi badan bisa lebih nampak gagah.

Posisi badan tegak lurus dengan pandangan serong kekiri  kurang lebih 10 derajat. Dengan posisi seperti itu disamping penampilan secara estetika menarik dan meyakinkan juga dari segi memainkan alat tersebut tenaga akan dapat tersalur secara terkonsentrasi sehingga pukulan yang dilakukan memiliki bobot kekuatan atau kualitas pukulan yang baik. Tategak/posisi tersebut di atas merupakan satu jabaran yang telah disepakati dan berlaku secara konvensional baik dalam lingkungan kampus maupun pada seniman-senimang yang telah biasa memainkan instrumen kendang.

Salah satu pengendang yaitu Bapak I Wayan Suweca, SSKar. dalam suatu kesempatan ketika mengajar mata kuliah Karawitan Spesialisasi (kendang) juga mengungkapkan hal yang sama tentang posisi memainkan kendang Gupekan Nunggal. Suatu keharusan posisi kaki kiri ditempatkan di depan karena memainkan kendang akan lebih mudah dan secara tategak dapat tampil lebih bagus, menarik, memukau, dan tertata.  Dengan posisi demikian bunyi yang dihasilkan dapat mencapai kualitas jangkauan sesuai dengan yang diharapkan.

Teknik Kekendangan Gupekan Nunggal Selengkapnya

Comments are closed.