Tim Debat Bahasa Inggris ISI Denpasar, Wakili Kopertis Wilayah VIII ke Tingkat Nasional

Tim Debat Bahasa Inggris ISI Denpasar, Wakili Kopertis Wilayah VIII ke Tingkat Nasional

DENPASAR-

Tiga mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yakni, Ni Wayan Satiani Pradnya Paramita (Jurusan Seni Rupa Murni), I Gusti Ayu Indah Antari (Desain Komunikasi visual) dan I Made Georgiana Triwinadi (Pedalangan) yang tergabung dalam tim debat bahasa Inggris, sukses melenggang ke tingkat nasional mewakili Kopertis Wilayah VIII Bali Nusra.

Tim ISI Denpasar menuntaskan pertarungan dengan finish di peringkat 3, babak 8 besar pada lomba debat bahasa Inggris tingkat Kopertis Wilayah VIII yang diikuti 48 perguruan tinggi. Capaian itu membuat tim ini otomatis lolos ke tingkat nasional untuk mengikuti lomba serupa di Kota Malang, 15-23 Agustus 2018.

Pembina tim, Ni Kadek Dwiyani, SS.,M.Hum., menjelaskan, anak asuhnya harus melewati pertarungan sengit nan panjang 3 babak, yang mana masing-masing babak terdiri dari 4 putaran. "Di babak pertama, putaran pertama kita meraih rangking 2, putaran kedua rangking 3, putaran ketiga dan 4 kita rangking 1," kata Dwiyani di Denpasar, Rabu (25/7).

Selanjutnya pada babak 16 besar, anak asuhnya tampil lebih baik dengan meraih rangking 2 di putaran pertama, rangking 2 di putaran kedua, serta rangking 3 di putaran tiga dan empat. Setelah masuk babak 8 besar, timnya bertengger di posisi ke 3. "Hasil ini membuat kami sebagai satu-satunya perguruan tinggi seni yang berprestasi di bidang bahasa Inggris. Secara institusi, kampus kami finish di peringkat 5 dari 48 perguruan tinggi," imbuh dia.

Hasil ini, lanjut dia, akan dijadikan momentum untuk melampaui capaian tingkat nasional di ajang yang sama 2 tahun lalu, di mana tim ISI Denpasar masuk 10 besar 'best speaker'. Namun prestasi itu menurun tahun lalu. Ia mengungkapkan, faktor kaderisasi menjadi penyebab. Untuk itu, ia ingin membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bahasa Inggris di kampus.

Terkait persiapan tim bahasa Inggris, ia menjelaskan sebelumnya telah menyeleksi di tingkat fakultas, serta melalui lomba debat internal saat pra dies natalis. Sehingga jika ada panggilan untuk lomba, pihaknya sudah mempunyai 'player'. 

Salah satu bentuk kaderisasi lainnya, yakni dengan mengikutsertakan 1 orang dalam kelompok debat itu sendiri. "Timnya khan 3 orang. Yang 2 orang itu selaku 'speaker' dan 1 orang sebagai 'observer' yang kita siapkan untuk mengikuti lomba tahun depan," Dwiyani menjelaskan.

Dwiyani yang didampingi pembina lainnya, Ni Putu Tisna Handayani, SS., M.Hum., dan Humas I Gede Eko Jaya Utama, SE., MM., menegaskan, mahasiswa ISI Denpasar mampu membuktikan diri tak hanya berprestasi di bidang seni, namun sangat peduli dengan lingkungan sekitar, dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Mau tak mau, lanjut dia, mahasiswa harus menguasai bahasa Inggris untuk mempermudah meraih kesuksesan di era persaingan global.

Comments are closed.