Ujian Penciptaan Karya Seni Pascasarjana

Ujian Penciptaan Karya Seni Pascasarjana

Kiriman Ni Nyoman Dewi Febriyani, ST., MDes., Staf Dosen FSRD.

            Rabu (8/2) bertempat di gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Pascasarjana ISI Denpasar mengadakan ujian semester Karya Seni I. Mahasiswa pascasarjana jurusan Penciptaan menggelar karyanya dengan disaksikan oleh mahasiswa, dosen pengampu, serta Rektor ISI Denpasar.

            Ini merupakan kegiatan yang diadakan pertama kali, mengingat mahasiswa yang turut serta dalam pertunjukan ini adalah angkatan pertama program pascasarjana ISI Denpasar jurusan Penciptaan. Acara yang berlangsung semiformal ini dimulai dengan briefing para peserta oleh para dosen pengampu kemudian masing-masing peserta menjelaskan secara detail mengenai judul serta konsep yang menyertainya sebelum pertunjukan dilangsungkan. Adapun kelima mahasiswa yang mengambil bagian dari pertunjukan ini adalah Agus Teja Sentosa yang membawakan garapan Tutur Aur; I Wayan Sudiksa membawakan garapan Harmony; Ni Luh Sylvia Rostina membawakan garapan Kehidupan; Putu Tiodore Adi Bawa membawakan garapan Belawa; dan I Made Putra Wibawa membawakan garapan Nginte.

            Konsep-konsep yang diangkat tidak hanya diambil dari fenomena yang dilihat sehari-hari namun juga masalah-masalah sosial yang berkembang di masyarakat. "Setelah melalui proses bimbingan dan pemantapan selama kurang lebih satu semester, mahasiswa akhirnya menampilkan karyanya pada hari ini" ungkap salah satu dosen pengampu yang turut menghadiri acara pertunjukan ini. Salah seorang mahasiswa yang ditemui dalam kesempatan ini mengungkapkan bahwa mereka telah menampilkan yang terbaik dalam pertunjukan ini serta berharap masukan dari para dosen pengampu maupun penonton yang menyaksikan.

Rektor ISI Denpasar dalam kesempatan ini memberikan motivasi dan dukungannya kepada para mahasiswa peserta ujian dengan menyaksikan pertunjukan hingga usai. "Mahasiswa harus menggali lebih dalam serta menghasilkan konsep-konsep penciptaan seni yang sesuai dengan karya dan indentitas sendiri, sehingga terbentuklah karya yang original" ungkap Prof Rai. Dalam kesempatan yang sama beliau juga sempat menyinggung mengenai penambahan syarat bagi kelulusan mahasiswa pascasarjana khususnya program S2 dengan mengharuskan mereka untuk menerbitkan tulisan dalam jurnal nasional. "Semoga hal ini bisa dipersiapkan dari sekarang" tutupnya.

Comments are closed.