Usung Tema Emansipasi, Asti Pertiwi Ngayah Di Sukawati

Usung Tema Emansipasi, Asti Pertiwi Ngayah Di Sukawati

Sabtu malam (19/2), wantilan Desa Sukawati dipadati masyarakat yang datang menonton rombongan ISI Denpasar ngayah serangkaian odalan di Pura Puseh Sukawati . Kegiatan ngayah kali ini memang terkesan istimewa. Selain  mahasiswa Jurusan Tari dan Karawitan semester VIII, Asti Pertiwi dan Asti Kumara juga ikut tampil,hingga masyarakat tetap memenuhi gedunga wantilan hingga hampir jam 1 pagi.

Ni Ketut Suryatini, koordinator Asti Pertiwi (Penabuh wanita beranggotakan dosen,pegawai, mahasiswa dan alumni wanita) mengatakan bahwa  Asti Pertiwi selalu aktif ngayah untuk memohon keselamatan bersama, selain untuk menghibur  dan juga mendekatkan diri kepada masyarakat. “Selain tabuh Selisir, Selat Segara,Margapati, dan Arsa Wijaya, Asti pertiwi juga mempersembahkan Cita Pertiwi, paduan tabuh, vokal dan tarian,  yang bermakna suatu keinginan dari kaum wanita yang diungkapkan melalui karya seni,dan merepresentasikan curahan hati wanita Bali,dan juga untuk menggerakkan para wanita agar mensejajarkan diri dengan pria, dengan terus belajar dan memahami seni budaya Bali,”ujar Suryatini.

Panggung wantilan desa Sukawati malam itu tampak indah dan mempesona. Penabuh Asti Pertiwi dengan kostum pink di sisi kiri berpadu manis dengan penabuh mahasiswa Karawitan dengan kostum hitam di sisi kanan. “Masyarakat sangat terhibur dengan pementasan ISI Denpasar. Terima kasih kami kepada ISI Denpasar, dan kami merasakan kehomatan yang luar biasa, ISI Denpasar hadir ngayah di Pura Puseh kami ini,” ucap Drs. I Nyoman Gamia, Bendesa Desa Pakraman Sukawati, didampingi I Made Sarjana, S.Pd., prajuru Desa Sukawati.

Rektor ISI Denpasar,Prof. Rai beserta jajarannya yang tampak hadir malam itu, mengucapkan terima kasih kepada pemuka Desa Sukawati yang telah mmberi kesempatan kepada ISI Denpasar untuk ngayah di Pura Puseh tersebut. “Kami juga berterima kasih kepada seluruh dosen,mahasiswa dan pegawai  yang selalu antusias dalam kegiatan ngayah. Dengan ngayah kita mengabdikan diri kepada masyarakat, dan  mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, untuk memohon keselamatan bersama, agar Tuhan selalu menuntun kita di jalanNya,”harap Rai.

Pementasan ISI Denpasar malam itu diawali dengan Tari Selat Segara, dan ditutup dengan Tari Satya Brasta. Selain itu, Tari Truna Jaya, Jauk Manis, Wiranjana juga ditampilkan oleh mahasiswa jurusan Tari dan Asti Kumara (anak-anak dosen dan pegawai ISI), serta tari Margapati yang ditarikan oleh mahasiswa asing ISI Denpasar asal Jepang.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.