VISITASI PROGRAM STUDI SENI (S3) ISI DENPASAR

VISITASI PROGRAM STUDI SENI (S3) ISI DENPASAR

Sumber : Humas ISI Denpasar

Sabtu 23 Juli 2016 digelar kegiatan Pembukaan Evaluasi Lapangan Usulan Penyelenggaraan Program Studi Seni (S3) yang diselenggarakan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bertempat di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Pembukaan dihadiri oleh Rektor ISI Denpasar beserta jajarannya, Calon Ketua Program Studi S3 ISI Denpasar (Prof. I Wayan Dibia), beserta dosen-dosen ISI Denpasar. Acara tersebut menghadirkan Prof. Syamsul Rizal dan Prof. Salengke dari Kemenristekdikti serta Rektor ISBI Papua.

Acara diawali dengan sambutan dari Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa ISI Denpasar sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang ada di Bali yang juga memiliki keuntungan berupa tempat yang strategis dari segi kewilayahannya yakni di tengah-tengah kepulauan Republik Indonesia sehingga dapat dengan mudah dijangkau baik dari Bali maupun dari luar bali. Sebelumnya mulai dari tahun 2011 ISI Denpasar telah  membuka Program Studi Seni S2 dan berlangsung hingga sekarang. Untuk menekuni peningkatan status dalam bidang seni, ISI Denpasar berkeinginan untuk membuka Program Studi S3.

ISI Denpasar telah mempunyai sejumlah 6 orang guru besar yang salah satunya diperbantukan di ISBI Papua dan lima lainnya masih aktif di ISI Denpasar sehingga telah memenuhi syarat untuk membuka Prodi S3. ISI Denpasar memiliki sejumlah 33 orang doktor dari berbagai bidang ilmu baik itu lulusan dari dalam negeri maupun luar negeri dan berharap kedepannya untuk dapat diajak bekerja sama untuk mengembangkan Prodi S3 di ISI Denpasar.

ISI Denpasar sekarang memiliki dua Fakultas yaitu Fakultas Seni Pertunjukkan yang memiliki 5 program studi dan Fakultas Seni Rupa dan Desain yang memiliki 7 program studi dengan total sejumlah 220 orang dosen terdiri dari 6 orang guru besar, 33 orang bergelar doktor, 184 orang lulusan S2 dan 3 orang dengan gelar S1. Kedepannya apabila program ini disetujui, ISI Denpasar berencana mengajak seluruh dosen S2 untuk menempuh pendidikan S3, oleh karena itu ISI Denpasar mengajukan usulan program itu kepada kemenristekdikti, tambahnya.

Sementara daram sambutannya, Prof. I Wayan Dibia selaku Calon Ketua Program Studi S3 menyampaikan bahwa urgensi bagi program ini begitu besar karena Bali sebagai sebuah daerah yang memiliki kesenian budaya begitu dinamis belakangan ini mendapatkan tantangan yang cukup berat dalam konteks pariwisata sehingga terjadi persaingan uyang begitu besar dengan budaya luar sehingga diperlukan sebuah sistem untunk menanggulangi hal tersebut.

Hal tersebut yang menjadikan Program studi Seni S3 ini begitu mendesak, untuk menghadirkan intelektual-intelektual muda untuk bisa menjadi bagian dari pertahanan sistem budaya bukan hanya untuk pihak ISI Denpasar tapi juga demi kebaikan seluruh Indonesia. Potensi Program S3 seni di bali cukup besar mengingat Bali sebagai daerah pusat atraksi budaya di dunia banyak kedatangan tokoh tokoh dunia untuk melakukan event-event besar sehingga ini bisa menjadi suatu peluang untuk memperkaya budaya kita. Ia juga berharap agar program ini dapat menjadi satu program studi S3 yang mampu berhadapan langsung dengan dunia internasional dan dapat dijadikan sebagai identitas kami (ISI Denpasar)

Acara dilanjutkan dengan sambutan pimpinan dari Kemenristekdikti yang dibawakan oleh Prof. Syamsul Rizal. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa Kemnristekdikti telah mengunjungi beberapa Prodi dan salah satunya ISI Denpasar karena ISI Denpasar telah memenuhi salah satu syarat untuk membuka program studi S3, yaitu memiliki  6 orang dosen yang terdiri dari dosen yang bergelar Profesor maupun doktor yang telah memiliki publikasi internasional.

Prof. Syamsul Rizal merasa bangga terhadap ISI Denpasar karena bisa memenuhi syarat tersebut mengingat untuk bidang-bidang tertentu dan bidang seni salah satunya sangat sulit untuk melakukan publikasi internasional dan apabila Prodi S3 ini dapat terwujud, agar dapat lebih banyak mengarahkan anggotanya  untuk melakukan publikasi internasional karena publikasi di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara tetangga. Ia berharap ISI Denpasar dapat menjadi motor penggerak untuk menunjukkan kepada universitas lain bahwa kita mampu dan agar mereka juga terpacu untuk melakukan hal yang serupa.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim Majelis Doktor yang dibawakan oleh Prof. Salengke yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya akan dengan segera berusaha mewujudkan program ini dan berpesan agar nanti lulusannya dapat memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dan berharap program S3 di ISI Denpasar ini dapat didesain dengan baik dan sehingga nanti usaha pemeliharaannya menjadi lebih mudah

Setelah pembukaan dan pembacaan sambutan acara dilanjutkan dengan presentasi Program Studi Seni yang dibawakan oleh Wakil Rektor I ISI Denpasar (Prof. Dr Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes). Dalam presentasinya ia menyampaikan bahwa seni adalah salah satu unsur penting dari pusaka budaya bangsa Indonesia. Kesenian dengan beraneka ragam wujud dan ekspresi budaya-nya, yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, adalah kekayaan bangsa Indonesia yang adiluhung dan tidak dimiliki oleh bangsa-bangsamanapun di dunia. Selain menjaga kelestariannya, kesenian yang didukung dan diayomi oleh berbagai kelompok etnis ini patut terus dikembangkan agar menjadi satu kekuatan bangsa untuk memperkokoh identitas dan jati diri anak bangsa dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat dan sengit di masa-masa yang akan datang.

Di era globalisasi dan zaman teknologi modern ini, seni budaya Bali telah masuk dan menjadi bagian dari silang interaksi budaya dunia sehingga Bali menjadi semakin rentan untuk dimasuki oleh unsur-unsur seni luar dan asing, serta semakin cepatnya proses sekularisasi kesenian Bali. Jika tidak disikapi dengan baik dan benar, hal ini dapat membahayakan eksistensi kesenian Bali di masa mendatang. Agar seni budaya Bali bisa tetap eksis, tanpa harus kehilangan jati dirinya, dibutuhkan sistem pertahanan dan pengembangan seni budaya yang didukung oleh sumberdaya yang memiliki kepekaan artistik dan kultural, kemampuan kreativitas dan kecerdasan serta inteligensia yang tinggi.

Sebagai satu-satunya perguruan tinggi seni yang ada di Pulau Dewata, ISI Denpasar menjadi benteng pertahanan terhadap keberlanjutan seni dan budaya Bali sebagai bagian dari pusaka budaya bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, ISI Denpasar dituntut untuk memiliki sumber daya manusia, tenaga-tenaga ahli yang berkompeten di bidang seni, baik sebagai pencipta dan pengkaji maupun sebagai penyaji dan pembina. Dalam kaitan ini Program Studi Seni (S3) merupakan satu kebutuhan yang amat mendesak.

Program Studi Seni (S3) ISI Denpasar adalah satu program yang sangat bermanfaat bukan saja bagi institusi itu sendiri, melainkan juga bagi masyarakat luas dan negara bangsa. Pulau Bali yang sejak tahun 1930-an telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pusat interaksi budaya-budaya dunia, maka Program Studi Seni (S3) ini diyakini akan berkontribusi positif terhadap promosi budaya bangsa ke masyarakat dunia.

Visi Program Studi Seni (S3) ISI Denpasar adalah:

Program studi yang menyelenggarakan pendidikan seni Strata 3 (doktor) yang unggul, berbasis budaya Nusantara, berwawasan kebangsaan dan berorientasi universal.

Sejalan dengan visi ini, Program Studi Seni (S3) ISI Denpasar mengemban misi sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pendidikan seni berbasis budaya lokal dan nasional kebangsaan, serta berorientasi budaya universal;
  2. Melaksanakan pendidikan seni untuk meningkatkan dan memperkaya nilai-nilai kemanusiaansesuai perkembangan zaman;
  3. Melaksanakan pendidikan seni untuk menghasilkan sumberdaya bangsa yang memiliki pengetahuan dan wawasan seni budaya yang luas, menghasilkan karya cipta-cipta monumental, dan atau kajian seni yang berkualitas dunia.

Untuk memenuhi tuntutan internal maupun eksternal akan kebutuhan sumberdaya seni budaya, dan menyikapi perkembangan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta guna menjawab peningkatan apresiasi seni masyarakat, Program Studi Seni (S3) ISI Denpasar memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Melaksanakan program pendidikan tinggi seni tingkat doktor yang berbasis budaya nusantara dan berorientasi budaya universal;
  2. Melahirkan sumberdaya (doktor seni) yang memiliki kepekaan artistik dan kultural, serta kemampuan kreativitas dan kecerdasan serta inteligensia yang tinggi;
  3. Menghasilkan gagasan-gagasan kreatif dan kajian-kajian teoritik seni, melalui pendekatan interdesiplin maupun multidesiplin, untuk kemajuan keilmuan bidang seni serta peningkatan kesejahteraan manusia

No Comments Yet.

Leave a comment