World Class University, Sebuah Proses, Bukan Hanya Hasil Akhir

World Class University, Sebuah Proses, Bukan Hanya Hasil Akhir

Indonesia Quality Award Foundation ( IQAF ), sebuah yayasan yang bertujuan untuk membangun kinerja ekselen dengan membentuk kesadaran organisasi ini, kemarin melakukan temu wicara dengan Wamendiknas, Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D, beserta jajaran Ditjen Dikti.

IQAF  berkeinginan untuk menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi menuju "World Class University".Menurut Executive Director IQAF, Tumpal Siregar, MBA, selama ini memang tidak sedikit lembaga kompeten yang menciptakan peringkat World Class University, hanya saja dari sebagian besar lembaga tersebut, hanya menilai dari hasi akhir bukan proses, " Lembaga seperti THE-QS, ARWU, HWWACT, dan Webomaetrics menilai peringkat tersebut lebih pada penilaian hasil akhir, tidak pada proses" tegas Tumpal.

Tumpal kemudian mencontohkan bahwa THE-QS sendiri tidak mencantumkan nilai proses dalam penilaian indikator pemeringkatan, " Mereka hanya menilai bobot seperti, academic Peer Review, Employer Review, Faculty Student Ratio, Citations per Faculty, International Faculty dan Internasional Student saja " ungkap Tumpal. Indonesia sendiri dalam pemeringkatan Webonmatrics pada tahun 2009, mengenai peringkat 200 besar dunia belum memasuki ranah penilaian tersebut. Tetapi pada QS Asian University Rangking, yang dilansir pada tahun 2009 kemarin, terdapat 8 universitas yang masuk kedalam peringkat 200 besar Asia.Kedelapan universitas tersebut adalah, UI, UGM, ITB, IPB, UNAIR, UNDIP,UNS dan UNBRA.

IQAF dalam pelaksanaannya menggunakan sistem Baldrige. Baldrige sendiri adalah sekumpulan persyaratan dan harapan kinerja ekselen yang dikelompokan dalam 7 katagori dan disusun pada suatu "performance management framework". " Ketujuh katagori penilaian tersebut adalah, Leadership, Strategic Planning, Customer Focus, Measurement, Analysis and Knowledge Management, Workforce Focus, Process Management, dan Oranization Result." ucap Tumpal.

Ketujuh katagori tersebut merupakan satu kesinambungan yang saling berkaitan dan berhubungan, dan dalam masing-masing katagori memiliki proses tersendiri.Selain katagori itu, dalam penialiannya juga akan disertakan Instrutur dan Asesor guna mendampingi juga melakukan penilaian mengenai proses tersebut.

IQAF pun kini tengah melakukan serangkaian proses program untuk beberapa perguruan tinggi di Indonesia, dan menurut mereka respon dan hasil yang dicapai menunjukan indikator yang baik.

Wamendiknas beserta jajarannya sendiri menyambut baik atas itikad IQAF ini, maka dari itu pada tanggal 21 Juli 2010 nanti akan diadakan seminar mengenai sosialisasi program IQAF di Ditjen Dikti. Sekretaris Ditjen Dikti, Ir. Harris Iskandar, Ph.D sendiri mengungkapkan bahwa keinginnannya menjadikan Kemdiknas pada umumnya dan Ditjen Dikti pada khususnya untuk memulai program tersebut. Hal ini ditujukan untuk mencapai kinerja dan semangat kompetisi yang baik di lingkungan Kemdiknas.

Dengan kinerja yang baik tentunya akan tercipta layanan prima yang makin maksimal. Written by Yoggi Herdani

Sumber: http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1546:world-class-university-sebuah-proses-bukan-hanya-hasil-akhir&catid=143:berita-harian

Comments are closed.