Yudisium FSRD ISI Denpasar Meluluskan 42 Mahasiswa

Yudisium FSRD ISI Denpasar Meluluskan 42 Mahasiswa

Sebanyak 42 orang mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar telah diyudisium pada hari kamis (17 Februari 2011), yang bertempat di gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Acara tersebut merupakan Runtutan dari acara Ujian Akhir Mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang sebelumnya pameran Tugas akhir yang bertempat Sika Gallery Ubud 8 Januari s/d 1 Februari 2011, Ujian Akhir dilaksanakan dari tanggal 24-28 Januari 2011 dan terakhir Yudisium yang merupakan pengumuman kelulusan para mahasiswa yang dilaksanakan pada hari Kamis (17/2) ini. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa yang telah mengikuti Ujian Tugas Akhir, seluruh dosen Penguji, Pembantu Rektor, jajaran struktural FSRD, seluruh Dosen dari FSRD, staf dan panitia.

Dalam kesempatan itu ketua Panitia sekaligus pembantu Dekan I ISI Denpasar Drs. Olih Solihat Karso,M.Sn. menerangkan bahwa dari 42 orang para lulusan tersebut terdiri dari 11 mahasiswa dari jurusan Seni Rupa Murni, 9 mahasiswa program studi Desain Interior, 19 mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual, 1 mahasiswa jurusan Fotografi, serta 2 mahasiswa jurusan Kriya Seni. Pada acara yudisium kali ini, Fakultas Seni Rupa dan Desain memberikan penghargaan kepada 10 orang mahasiswa terbaiknya dengan kategori 5 mahasiswa peraih predikat Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi dan 5 mahasiswa peraih predikat karya terbaik. Drs. Olih Solihat Karso,M.Sn. tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap hasil yang diraih dari para lulusan yudisium sekarang ini, setelah beberapa kendala yang dihadapi namun mereka dapat menunjukan karya terbaiknya. Terbukti dari nilai yang diperoleh dari para mahasiswa yang mengikuti yudisium yang rata-rata memuaskan.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Dekan FSRD ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, M.Si dalam sambutannya pada acara tersebut. “Saya sangat bangga terhadap hasil yang telah dicapai oleh para lulusan dan diharapkan dapat dipertahankan” ujar Dra. Ni Made Rinu, M.Si. Sehingga ketika memasuki dunia kerja karyanya dapat diterima oleh stake holder atau masyarakat yang membutuhkan karya seni dan desainnya. Pada kesempatan itu pula Rinu menerangkan bahwa secara kuantitas lulusan sekarang ini cukup banyak untuk ukuran Fakultas Seni Rupa dan Desain, nah yang menjadi pertanyaan bagaimana menjaga kualitasnya sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan dunia seni dan desain baik lokal maupun internasional. “Tentu ini tugas bersama seluruh civitas akademika ISI Denpasar untuk mencapai hal tersebut” ungkap Dra. Ni Made Rinu, M.Si Dekan FSRD. Sebagai caranya Rinu menggaris bawahi beberapa point penting yang dijadikan pijakan di dalam mencapai lulusan seni rupa yang berkualitas yaitu yang pertama pentingnya lembaga penjamin mutu pendidikan di dalam menjamin jalannya pendidikan yang jelas, terarah dan terpadu sehingga berpengaruh terhadap kualitas lulusan itu sendiri. Kedua peningkatan SDM  seluruh dosen sebagai tenaga pendidik dengan melanjutkan pendidikannya baik S2 maupun S3 di dalam negeri maupun luar negeri sehingga perkembangan wawasannya dapat dipakai mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya. Apalagi peluang untuk itu sangat terbuka berkat dukungan dari DIKTI maupun rektor yang tidak henti-hentinya mendorong dengan jalan mencarikan jaringan kerjasama dengan universitas baik dalam maupun luar negeri. Peningkatan SDM juga ditunjang dengan kedisiplinan para staf dan dosen sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan maksimal. Ketiga kreatifitas yang didukung oleh sarana infrastruktur dan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan tersebut. Terakhir hubungan kerjasama atau networking yang terus dikembangkan baik dalam maupun luar negeri. Sehingga kita harus membenahi kinerja kita di institusi sendiri dan jaringan keluar yang harus dikembangkan dengan kontinyu.

Pada kesempatan tersebut pembantu Rektor III ISI Denpasar Drs. I Made Subrata, M.Si

yang mewakili Rektor menyampaikan agar mahasiswa nantinya kelak harus bersikap dewasa, bertanggung jawab serta penuh kontrol dalam mengambil langkah-langkah ke depan karena dewasa ini tantangan yang harus dihadapi oleh sarjana lebih beragam dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan beliau menambahkan Rektor ISI Denpasar sempat berpesan sebelum bertolak ke Palu dalam rangka persiapan pembukaan cabang ISI Denpasar di kota palu, bahwa saat ini perlunya penambahan status pendidikan, dimana tidak hanya cukup menyelesaikan studi strata satu namun perlu juga meningkatkan pendidikan hingga strata dua maupun stara tiga.

Disela-sela padatnya acara yudisium, Indri Koesmawan, selaku peraih Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi serta peraih Tugas Akhir terbaik memberikan pesan untuk selalu bersemangat kepada teman-temannya dalam memasuki tahap selanjutnya.  Acara diakhiri dengan jabat tangan antar mahasiwa dan dosen, sebagai ucapan perpisahan dan terima kasih atas bimbingannya selama ini. Sungguh mengharukan sekaligus membanggakan dan harapan untuk kelangsungan masa depan dunia kesenirupaan dan desain di Bali maupun secara mengglobal.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.