“Zoom In Bali 2011” Menghadirkan Sisi Lain dari Budaya Bali

“Zoom In Bali 2011” Menghadirkan Sisi Lain dari Budaya Bali

Kiriman Arba Wirawan, Dosen PS Fotografi.

Sebagai daerah terbuka, yang dikunjungi masyarakat berbagai bangsa sejak berabad-abad lalu, Bali tentulah mengalami aneka dinamika. Pertemuan antarkultur memungkinkan timbulnya adaptasi serta kreasi yang unik, menarik dan tak terduga. Namun tak dapat dielakkan ada pula perubahan yang tak dikehendaki, misalnya gaya hidup yang jauh dari kesantunan tradisi; keasrian lingkungan yang tercemar; perilaku sosial budaya yang menyimpang. Sisi sisi negatif itu boleh jadi akan hadir mewarnai sekian karya ‘Zoom In Bali 2011’.

Dibuka secara langsung kemarin (26/2/11) oleh Bapak Wakil Gubernur Bali, Bapak A.A Puspayoga menambah sukses acara ini yang diselenggarakan di Bentara Budaya Bali Ketewel, Gianyar. “Jangan hanya memotret Pre wedding dan mendapat uang semata bila jadi seorang fotografer, jadilah fotografer yang dapat melihat obyek menarik disekeliling anda” , tutur Bapak Wakil Gubernur yang mengundang gelak tawa di sela-sela pidato pembukaannya.

Dikuratori oleh Iwan Dharmawan seorang master fotografer, jurnalis, novelis  yang namanya sudah dikenal, pameran yang berlangsung 26 Februari – 9 Maret 2011, pukul 10.00 -18.00 WITA ini bertujuan mengenalkan dan memberitahu keunikan keunikan dari Budaya di Bali oleh Globalisasi atau perubahan perubahan yang terjadi selama era globalisasi. Dengan tema “Fotografer  ‘Ngayah’ dengan Merekam Perubahan munculah sekitar 400 foto dari krang lebih 300 fotografer yang dikurasi dengan professional munculah 43 nama dan 45 karya foto yang terdapat unsur  “ITU” yakni Idea Technique dan Unique dimana dari tiga hal tersebut terdapat sebuah karya foto yang tidak biasa.

Dari 45 karya foto tersebut, dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Yang pertama bernama Rwa Bhineda, 2 bagian yang bertolak belakang namun berjalan harmonis. Yang kedua adalah Manusia Bali yang beramah tamah disekitar lingkungannya. Yang ketiga adalah Yadnya dan Bhakti, bagaimana orang Bali menunjukkan diri bahwa mereka punya kewajiban bekerja secara total. Yang keempat adalah Air, dimana orang bali tidak pernah lepas dari air suci. Yang kelima Adaptasi Kreatif,  orang bali mencoba kreatif menyiasati berbagai perubahan tanpa harus lepas dari jalur kehidupan dengan akar Budaya Bali yang Kuat.

45 Foto tersebut belum tentu dapat memberi petunjuk tentang perubahan perubahan yang terjadi di Bali saat ini. Masih perlu untuk mendokumentasikan Bali sehingga mendapat data atau bukti yang komprehensif.

Comments are closed.