Gamelan Gong Gede di Pura Ulun Danu Batur (1)

Gamelan Gong Gede di Pura Ulun Danu Batur (1)

Oleh Pande Mustika

Desa Batur yang terletak di penghujung utara perbatasan wilayah Kabupaten Bangli dengan Kabupaten Buleleng, terdapat tiga objek wisata yang termasyur yaitu : Gunung Batur, Danau Batur, dan Pura Ulun Danu Batur. Panorama alamnya yang indah serta didukung keyakinan  masyarakatnya akan adanya kekuatan diluar kemampuan manusia yang dapat memberikan sesuatu, selalu penuh dengan upacara ritual dan sesaji. Realita kehidupan semacam ini dijadikan sebagai prilaku yang tulus dari setiap warga masyarakat Desa (Desa Pakraman Batur).

Desa Batur jarak tempuh dari kota Denpasar kurang lebih 65 km melalui jalan raya yang menghubungkan kota Bangli dengan kota Singaraja. Selain itu dapat pula dicari melalui jalan jurusan Tampaksiring-Kintamani, dan bisa juga melalui jalur Desa Kedewatan, Payangan, dan Desa Kerta. Jarak tempuh dari kota Bangli ke arah utara kurang lebih 25 km. Lokasi ini berada pada ketinggian lebih kurang 900 meter di atas  permukaan laut, sehingga udara sangat dingin terutama pada waktu malam hari. (Dinas Kebudayaan Bali, 1988 : 1).

Desa Pakraman Batur yang mayoritas penduduknya beragama Hindu selaku pengemong pura, masih tetap menjalankan adat-istiadat leluhurnya yang terpatri dalam Raja Purana Pura Ulun Danu Batur, sehingga segala kegiatan masyarakatnya dilandasi oleh peraturan-peraturan adat atau awig-awig yang mengikat. Peraturan yang berlaku merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan dengan berbagai konsekwensinya  tanpa didorong unsur paksaan. Jadi setiap warga bertindak selaras dengan kesadaran nuraninya, sehingga tugas apa yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana.

Di samping Desa Batur memiliki tiga objek wisata, Desa Batur juga memiliki barungan gamelan Gong Gede yang sakral dan unik.  Gamelan Gong Gede adalah ; sebuah orkestra atau kesenian tradisional Bali yang didominasi oleh alat-alat perkusi dalam bentuk instrumen pukul, mempunyai teknik pukulan kekenyongan, memakai laras pelog lima nada/pelog panca nada,  sebagian besar alat perkusinya berupa bilah dan pencon, bentuk tabuhnya lelambatan klasik pegongan, diikat oleh uger-uger yang kuat, tempo lagunya lambat, instrumennya banyak dan besar-besar, jumlah penabuhnya banyak, mempunyai sifat agung, hidmat serta mempunyai warna suara yang beraneka ragam.

Pura Ulun Danu Batur adalah tempat pemujaan umat Hindu untuk mempersembahkan sujud baktinya kepada Sanghyang Widhi Wasa, yang merupakan perwujudan interaksi hakiki antara manusia dengan penciptanya, manusia dengan manusia, dan manusia dengan dunia tempatnya berada. Ketiganya ini saling kait-mengkait yang tertuang dalam ajaran Tri Hita Karana. Secara singkat dapat dirumuskan sebagai tiga hal yang menyebabkan manusia mencapai kesejahteraan, kebahagiaan, keselamatan, dan kedamaian. Terpadunya hal tersebut dapat melahirkan nilai-nilai keindahan yang mendalam.

Bertahannya nilai-nilai agama Hindu yang dijalankan secara rutinitas di Desa Pakraman Batur, baik apa yang telah ditampilkan oleh kelompok jero gamel maupun segala kegiatan upacara keagamaannya, merupakan kekuatan untuk menjaga kestabilan, keseimbangan, pelestarian, dan keselamatan budaya dari pengaruh-pengaruh luar yang sifatnya negatif. Desa Pakraman Batur terdiri dari tiga  desa administratif yaitu ; Desa Batur Selatan, Desa Batur Tengah, dan Desa Batur Utara.

Comments are closed.