ISI Mendapat Tugas Tambahan

ISI Mendapat Tugas Tambahan

JAKARTA –  Selasa, 3 Januari 2012.

Peran Institut Seni Indonesia (ISI) akan diperluas tidak hanya mengembangkan seni melainkan juga aspek budaya. Untuk itu, mulai tahun 2012 semua ISI di berbagai daerah akan dikonversi menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia atau ISBI.

Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan tata kelola kelembagaan dan akademik yang baru. Bagi ISI yang belum mempunyai program studi budaya, diharapkan bisa segera membuka program studi itu sebelum berubah menjadi ISBI.

Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh ketika dihubungi, Selasa (3/1/2011), di Jakarta. “ISI tetap dipertahankan. Hanya dapat tugas tambahan. Perubahan ini tidak akan mengurangi jati diri ISI,” kata Nuh.

Nuh menambahkan, perubahan ini tidak akan meniadakan jurusan-jurusan ilmu budaya yang ada di universitas-universitas. Seni dan budaya dinilai sudah sewajarnya menjadi satu dan tidak dipertentangkan atau dibeda-bedakan, seperti yang selama ini terjadi.

“Tidak masalah kalau ada kesamaan dengan ilmu budaya di universitas. Harus diingat, ilmu budaya itu bagian dari universitas yang wadahnya lebih besar daripada institut. Institut lebih spesifik dan terbatas, serta memiliki bidang keilmuan yang serumpun,” kata Nuh.

Masuknya aspek budaya dalam ISI dinilai wajar, karena pada dasarnya seni merupakan bagian dari budaya. “Jangan khawatir. Tidak akan saling meniadakan tetapi justru saling memperkuat. Semua sisi kehidupan sebenarnya masuk ke budaya. Cipta, karsa, dan rasa, termasuk seni,” kata Nuh

Sumber : Kompas.com

Comments are closed.