Presiden: Indonesia harus dikenal dunia melalui keunikannya

Presiden: Indonesia harus dikenal dunia melalui keunikannya

Bogor – Minggu, 18 September 2011 02:15 WIB

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap pada masa depan Indonesia dapat dikenal oleh dunia melalui keunikan atau kekhasannya yang sekaligus menjadi pertanda keunggulannya di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

Dalam sambutannya pada Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional 2011 di Istana Bogor, Sabtu, Presiden Yudhoyono mengatakan keunikan atau kekhasan bangsa itu bisa juga menjadi kekuatan dalam dunia diplomasi.

“Saya ingin dunia di masa depan semakin mengenal Indonesia dan Indonesia semakin bisa memperkenalkan dirinya yang tidak kalah dalam keunikan, kekhasan, dan keunggulannya,” ujarnya.

Indonesia, lanjut Presiden, dapat dikenali oleh dunia melalui beragam kebudayaan yang kini telah diakui menjadi warisan dunia yaitu batik dan angklung.

Menurut Kepala Negara, masih banyak lagi produk Indonesia yang bisa dikenalkan oleh dunia dan akhirnya melekat dengan Indonesia seperti kopi luwak yang digemari oleh banyak masyarakat internasional dan kini menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

“Indonesia memiliki banyak keunggulan, kekhasan, yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain. Dalam kehidupan antar-bangsa, sering sebuah bangsa dikenal karena kekhasan dan keunggulannya,” tuturnya.

Presiden mencontohkan seperti orang yang langsung mengingat Amerika Serikat apabila mendengar Coca-Cola atau Hollywood, atau teringat India apabila mengdengar Bollywood, maka Indonesia juga bisa langsung diingat oleh dunia melalui produk-produk unggulannya.

Kepala negara dalam sambutannya juga menyatakan pentingnya pendidikan seni dan budaya sebagai salah satu sarana untuk membangun karakter bangsa. Seni, menurut dia, adalah salah satu cara untuk membentuk hati dan pikiran manusia guna membangun watak dan perilaku yang cinta damai, berkasih sayang, serta saling toleransi.

“Hakikat pendidikan sesungguhnya adalah mendidik hati dan pikiran kita. Sejak dini kita tanamkan dalam hati sanubari anak-anak kita dan pikiran anak-anak kita itu untuk benar-benar menjadi manusia yang utuh,” tuturnya.

Untuk itu, Presiden Yudhoyono tetap mendukung kegiatan seni dan budaya seperti Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional yang akan rutin digelar setiap tahun.

Bahkan, Kepala Negara yang hadir didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono berencana untuk mengumpulkan semua peserta Lomba Cipta Seni Pelajar yang telah diselenggarakan sejak 2006 itu untuk memamerkan karya-karya mereka pada 2014.

Lomba yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia itu terbagi atas lomba cipta lukis, cipta puisi, cipta lagu, untuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta desain motif batik untuk pelajar SMP yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

Untuk lomba cipta puisi dengan salah satu dewan juri Jose Rizal Manua, pemenang tingkat SD adalah Ade Sifa Azzahra dari SD 132405 Sumatera Utara, dan tingkat SMP adalah Regina Maura dari SMPN 1 Tembilahan Hulu, Riau.

Sedangkan untuk lomba cipta lagu dengan salah satu dewan juri Purwacaraka, pemenang tingkat SD adalah Ega Indriani dari Sulawesi Selatan dengan lagunya berjudul ?Gunakan Ilmu Padi?, dan pemenang tingkat SMP adalah Ratih Putri Apriliani dari SMP 22 Bandung, Jawa Barat, dengan lagunya berjudul ?Untukmu Ibu.?

Sementara itu untuk lomba cipta lukis yang dinilai berdasarkan kriteria relevansi tema, kreativitas, dan originalitas, pemenangnya adalah Juan Edwin dari SD Damai, DKI Jakarta, untuk tingkat SD, dan untuk tingkat SMP adalah Mutiara Islami dari SMP 01 Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Untuk lomba cipta desain motif batik tingkat SMP dengan salah satu dewan jurinya adalah Sendy Dede Yusuf, pemenangnya adalah Albertus Jonathan Sukardi dari SMP Tunas Bangsa, Provinsi Kalimantan Barat.

Para pemenang Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional 2011 bertema “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh” itu mendapatkan Piala Presiden, hadiah uang, serta piagam dari Ani Yudhoyono.

sumber : antaranew.com

Comments are closed.