Transformasi Nilai-Nilai Tradisi Bali Dalam Penciptaan Seni Lukis Kontemporer

Transformasi Nilai-Nilai Tradisi Bali Dalam Penciptaan Seni Lukis Kontemporer

Oleh: Ni Made Purnami Utami (Dosen PS. Seni Rupa Murni)

Proses trasnformasi nilai-nilai tradisi Bali dalam penciptaan seni lukis kontemporer bisa dilakukan secara sederhana, lewat isi dan tema, dekorasi dan ekspresi. Tema tradisi seperti cerita rakyat , Ramayana dan Mahabrata, unsur-unsurseni rupa tradisi Bali yang kaya bisa diolah,ditransformasikan ke dalam seni lukis kontemporer yang punya misi dan tujuan tertentu. Hasilnya tergantung pada beberapa faktor dari proses karya seperti : identitas seniman pencipta seni, lingkungan, alat dan ketrampilan, originalitas karya dan apresiasi masyarakat pencipta seni. Karakter garis, bidang, bentuk, warna dan tektur, tujuh kaedah komposisi serta berbagai keunikan tradisi Bali bisa diolah untuk seni lukis kontemporer. Wayang Kamasan, topeng Singapadu, songket Karangasem, kerajinan kriya, sesajen dan berbagai sarana upakara merupakan contoh karya tradisi yang mengandung nilai tinggi.

Proses transformasi perlu ketekunan, ulet, teliti, sabar, optimis, percaya diri dan antosiasme yang tinggi. Penciptaan berhasil baik lewat penguasaan teknik yang sempurna serta sarana dan peralatan yang memadai. Bahan dan media yang baik harus diolah secara kreatif dan inovatif. Hasil dan mutu tinggi bisa dicapai dengan proses tahapan kerja yang sistematis. Adapun hasil-hasil karya yang dirancang dalam transformasi ukurannya relatif besar, berkisar 240 cm x 120 cm, 240 cm x 60 cm, 100 cm x 100 cm, 120 cm x 100 cm dan 120 cm x 120 cm. Bahan campuran dari kanvas, triplek, cat minyak, acrylic dan lem. Temanya sebagian besar sesajen dengan gaya kontemporer. Teknik penyelesaian dominan dengan polet, kuas, untuk membuat komposisi dan teknik jiprat untuk finising. Corak dan karakter karya lukis kontemporer memang sangat beragam, sesuai dengan konsep dan cara pandang senimannya. Identitas dan kepekaan pencipta seni berpengaruh pada hasil transformasi nilai-nilai tradisi yang mengaggumkan.

Secara ergonomis perlu pula diperhatikan stasiun kerja seniman yang nyaman, aman, sehat, bersih, agar efisiensi dan produktivitas bisa ditingkatkan.

Comments are closed.