Laporan Rektor Dies Natalis XI Dan Wisuda Sarjana Seni XIII Tahun 2014

Laporan Rektor Dies Natalis XI Dan Wisuda Sarjana Seni XIII Tahun 2014

foto rektor

 

MENINGKATKAN POTENSI DIRI MENUJU
PUSAT UNGGULAN SENI BUDAYA

Yth. Bapak Gubernur Provinsi Bali,
Yth.Anggota Dewan Penyantun ISI Denpasar,
Yth. Para Bupati dan Walikota Se-Bali,
Yth. Para Konsul jenderal Negara Sahabat,
Yth. Sekretaris dan Para Anggota Senat ISI Denpasar,
Ysh. Para Pimpinan Perguruan Tinggi Seni Se-Indonesia,
Ysh. Para Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Se-Bali,
Ysh. Koordinator Ropertis Wilayah VIII,
Ysh. Para Mitra Kerja ISI Denpasar (Univ Ciputra, I3entara Budaya, DDO)
Ysh. Para Budayawan, Seniman dan Tokoh Masyarakat,
Ysh. Para Pejabat di Lingkungan ISI Denpasar,
Ysh. Seluruh Sivitas Akademika dan Alumni ISI Denpasar,
Ysh. Para Wisudawan-Wisudawati beserta keluarga,
Ysh. Para Tamu Undangan dan hadirin yang berbahagia,
Om Swastyastu,
Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera Untuk Kita Semua,
Puji dan rasa syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia yang diberikan sehingga pada han ini kita dapat bertemu dalam keadaan sehat dan bahagia.

Semoga pada hari-hari berikutnya kita senantiasa dalam perlindungan dan kasih Tuhan, diberi kekuatan lahir dan batin, pikiran jernih, dan kelapangan hati. Pada kesempatan yang baik ini saya mengucapkan selamat datang di Kampus Budaya Mandala ISI Denpasar, diiringi ucapan terima kasih atas kesediaannya memenuhi undangan kami. Khusus bagi saudara-saudara kita umat muslim kami mengucapkan selamat menuaikan ibadah puasa dan “Selamat Merayakan Idul Fitri’ mohon maaf lahir dan batin.
Hari ini, Sabtu, tanggal 26 Juli 2014, ISI Denpasar merayakan Dies Natalis XI dan Wisuda Sarjana Seni XIII sebagai ritual tahunan untuk menandai setiap fase perjalanan lembaga ini. Pada perayaan Dies Natalis kali ini ISI Denpasar mengangkat tema “Meningkatkan Potensi Diri Menuju Pusat Unggulan Seni Budaya” Tema ini mengandung makna semangat untuk berbenah, semangat untuk berkreativitas dan semangat untuk mengabdi guna mewujudkan ISI baru yang berkualitas dan berdaya saing. Kritikan, Saran, dan masukan yang ditujukan kepada ISI Denpasar belakangan ini merupakan motivasi yang sekaligus menandai kecintaan rnasyarakat terhadap lembaga ini. Artinya, ISI Denpasar kini semakin “seksi” semakin rnenarik dan menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk dapar melahirkan serjana seni yanghandal dan berkarakter Indonesia. Menyambut tema tersebut, orasi ilmiah kali ini akan disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST., MA dengan judul “Aktivasi Taksu Dalam Pendidikan Seni di Perguruan Tinggi”. Pada kesempatan ini juga ISI Denpasar akan memberikan penghargaan “Ciwa Nataraja” kepada dua tokoh pengabdi seni,yaitu Bapak I Nyoman Mandra (seniman seni lukis gaya Kamasan, Klungkung) dan Bapak I Made Keranca (seniman pengabdi seni kakebyaran Bali Utara).

Hadirin yang berbahagia,

Berdasarkan rekonstruksj masa lampau, ISI Denpasar lahir pertama kali dengan nama ASTI Denpasar pada tahun 1967, kemudian mendapat peningkatan status menjadi STSI Denpasar pada tahun 1988, dan akhirnya menjadi ISI Denpasar pada tahun 2003. Pendirian ASTI dimotori oleh Pemerintah Daerah melalui LISTIBIYA Provinsi Bali bertujuan untuk segera menimbangterimakan bakat-bakat seni generasi tua kepada generasi penerusnya. Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar menjalankan konsep pendidikan vokasi yang lebih mengedepankan pembelajaran praktek (penyajian dan penciptaan). Ketika berubah menjadi STSI, konsep pembelajaran masih didominasi oleh praktek dengan melahirkan seniman setingkat sarjana (SST, SSKar, SSP), kemudian secara bertahap mengembangkan ranah akademik dengan menyeimbangkan kegiatan praktek dan teoritis. Konsepsi pembelajaran seperti inilah akhirnya menjadi ciri khas ISI Denppasar, tujuannya agar melahirkan sarjana yang tidak hanya bisa bercerita dan berteori tentang seni melainkan bisa mencipta sekaligus menyajikan seni dengan baik. Perjalanan ISI Denpasar sesuai Renstra 2010-2014, dewasa ini telah berada pada tahun penghujung. Berdasarkan hasil evaluasi diri dengan mencermati kondisi riil ISI Denpasar selama sebelas tahun terakhir ini (2003-2014) menunjukkan hal-hal sebagal berikut. Pertama, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kini mengelola duabelas program studi S1 dan satu program studi S2, menunjukkan luasnya cakrawala keilmuan seni. Mahasiswa yang datang ke ISI Denpasar adalah by choice (dengan pilihan), yaitu mereka yang telah memiliki ketetapan hati untuk menjadi sarjana seni. Didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai serta sumber daya yang berkualitas, ISI Denpasar menjadi pilihan tepat bagi generasi muda untuk menempa diri menuju cita-cita. Kedua, karakteristik masyarakat Bali yang menjadikan seni sebagai bagian integral kehidupannya menyebabkan pengembangan kreativitas seni budaya mendapat dukungan yang maksimal. Terkenalnya Bali sebagal destinasi utama pariwisata Indonesia memberi peluang bagi ISI Denpasar untuk mengembangkan kerjasama balk dalam skala lokal, nasional, maupun internasional.Ketiga, harus pula didasari dibalik kekuatan dan peluang yang ada ISI Denpasar masih memiliki beberapa kelemahan yang berpotensi menjadi ancaman jika tidak segera diatasi Akreditasi program studi di ISI Denpasar yang sebagian besar baru bernilai B, memberi indikasi bahwa manajemen pengelolaan pendidikan masih perlu dibenahi secara terus menerus. Pengembangan bidang penciptaan dan pengkajian masih belum seimbang. Dalam hal mencipta, mendesain, dan menyajikan karya seni dosen dan mahasiswa ISI dapat dikatakan “excelence”, namun dalam bidang pengkajian masih perlu ditingkatkan. Keempat, ancaman yang dihadapi ISI Denpasar pada umumnya berkaitan dengan merebaknya paradigma berfikir positivistik dan rasionalitas yang sering mengabaikan sendi-sendi imajinatif sehingga kualitas karya seni sering dipertaruhkan untuk kepentingan-kepentingan ekonomi belaka. Ketika kesenian Bali kini menjadi ruang publik yang diperebutkan, ISI Denpasar harus mampu memberi pencerahan untuk mengembalikan dunia seni kepada fitrahnya sebagai pembentuk karakter bangsa. Adanya persaingan pasar kerja yang semakin ketat, ISI Denpasar telah memberikan pengetahuan kewirausahaan kepada peserta didik agar menjadi sarjana seni yang integrated professional, artinya memiliki ketrampilan yang handal dan mampu menjadikan seni sebagai sumber penghidupannya.

Hadirin yang saya hormati,

Selarna satu tahun terakhir (Juli 2013 s/d Juli 2014) ISI Denpasar telah melaksanakan program-program rutin di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama. Pada kesempatan yang baik ini izinkan saya menyampaikan beberapa program unggulan dan pencapaian kinerja sebagai berikut Dalam bidang pendidikan ISI Denpasar telah sukses mengembangkan empat program studi baru yaitu, Desain Fashion, Sendratasik, Seni Musik Barat, dan Televisi dan Film. Kini keempat program studi ini “laris manis’ mendapat sambutan calon seniman dan desainer muda ditandai dengan membludaknya pelamar. Guna menjamin kualitas penyelenggaraan program-program studi baru ini mulai tahun 2014 secara bertahap ISI Denpasar akan membangun beberapa fasilitas pendidikan, seperti studio seni tari, laboratorium media rekam dilengkapi stasiun televisi, gedung konser hall musik, dan galeri seni rupa. Program Pascasarjana ISI Denpasar yang kini telah menempati rumah baru di lantai satu gedung ini, selain sebagai pusat pembelajaran, juga akan dikembangkan menjadi pusat kajian ilmu-ilmu seni dan desain. Dengan konsep pembelajaran lintas bidang ilmu, berbagai kajian dan penciptaan seni yang telah dilakukan di Program Pascasarjana diharapkan dapat melahirkan ilmu-ilmu seni yang baru. Hal lain di bidang pendidikan yang sedang dipersiapkan oleh ISI Denpasar adalah apa yang disebut dengan program Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).Program KKNI adalah kerangka Penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyetarakan, menyandingkan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dengan bidang pelatihan serta pengalaman kerja dalam skhema Pengaku kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan (nanti setelah KKNI ditetapkan, seorang seniman yang hebat kendatipun tidak pernah mengenyam Pendidikan, dapat diberi kualifikasi setara dengan magister atau doctor sehingga ia berhak untuk mengajar di perguruan tinggi sesuai dengan bidang keahliannya). Program ini kita sambut baik, karena sangat banyak seniman seniman Bali yang pantas diberi kualifikasi sesuai dengan bidang keahliannya. Bidang penelitian, secara bertahap, pelan tapi pasti, kegiatan penelitian yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa ISI Denpasar semakin berkualitas. Keberhasilan para dosen ISI untuk merebut berbagai hibah penelitian di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan di lembaga lainnya tidak lepas dan tumbuhnya kesadaran akan tugas pokoknya, selain juga dirangsang oleh peningkatan anggaran penelitian setiap tahun. Dalam bidang penciptaan karya seni, dua hari yang lalu ISI Denpasar telah meluncurkan dan mempublikasikan delapan karya terbaru Seni Pertunjukan dan empat karya eksperimental Seni Rupa dan Desain.Penciptaan karya seni yang merupakan kerja sama antara dosen, alumni, dan mahasiswa ini selain bertujuan untuk mengobati kerinduan masyarakat akan hadirnya karya-karya terbaru ISI juga untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa ISI Denpasar selalu kreatif dan adaptif dalam mengikuti perkembangan zaman. Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat ISI Denpasar tetap meneruskan program unggulan “ngayah ke desa-desa”, berinteraksi dengan masyarakat, membantu membangkitkan potensi seni masyarakat, dan memberikan hiburan kepada masyarakat. Hubungan yang harmonis dengan seluruh masyarakat desa di Bali inilah menjadikan ISI Denpasar tidak dipandang sebagai “menara gading” melainkan menjadi rahmat bagi masyarakat dan semesta alam. Membludaknya permintaan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa ISI Denpasar pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mengalirnya permintaan pembina, juri, nara sumber, dan seni “pesanan” oleh masyarakat adalah bukti nyata kepercayaan dan kecintaan masyarakat terhadap ISI Denpasar. Bidang kerjasama, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ISI Denpasar terus menerus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri. Berbagai MOU telah ditandatangai dan pada hari ini ISI Denpasar akan menandatangani nota kesepahaman dengan lima lembaga, yaitu Pemerintah Kabupaten Tabanan, Pemeritah Kabupaten Klungkung, Universitas Ciputra (Jakarta), Bentara Budaya Bali, dan DDO. Satu bentuk kerjasama menarik yang terjadi secara alami dalam satu tahun belakangan ini adalah “pariwisata pendidikan”. Dapat kami informasikan bahwa hingga pertengahan tahun 2014 ini ISI Denpasar dikunjungi oleh ratusan siswa, mahasiswa, dan guru dan dosen lembaga pendidikan mulai dan SMP, SMA, Perguruan Tinggi, baik dan dalam maupun luar negeri. Mereka berwisata menyaksikan proses pembelajaran, mengadakan workshop dan pentas bersama, dan mengunjungi musium gamelan terbesar di dunia yang dimiliki ISI Denpasar.

Bapak Gubernur, Hadirin yang saya  muliakan

Serangkaian kegiatan Dies Natalis XIII ini kami juga akan mewisuda 170 orang sarjana seni S1 dan S2 dari Sembilan program studi. Tampil sebagai peraih IPK tertinggi program S1 adalah I Gede Tilem Pastika dan Program Studi Seni Tari dengan IPK 3,89 (Cumlaude) peraih IPK tertinggi program S2 adalah Dewa Ayu Putu Leliana Sari dengan IPK 3,88 (Cumlaude). Berkenaan dengan pelepasan sarjana kali ini, ijinkan saya menyampaikan sepatah dua patah kata kepada para wisudawan dan wisudawati ISI Denpasar 2014. Saudara saudaraku para wisudawan dan wisudawati yang terpelajar, atas nama sivitas akademika ISI Denpasar saya mengucapkan selamat atas keberhasilan anda sekalian. Kami sangat bangga menyaksikan ketekunan dan kegigihan anda dalam menempuh pendidikan, sehingga kini anda menjadi sarjana-sarjana seni yang baru. Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan karena anda telah memilih ISI Denpasar sebagai tempat menuntut ilmu dan berinteraksi dengan kami selama kurang lebih empat tahun. Dalam kurun waktu tersebut jika ada kesalahan dan keikhlafan dan kami, mohon dibukakan pintu maaf yang selebar lebarnya. Seusai upacara wisuda ini, nanti anda akan kembali ke masyarakat mengabdikan ilmu pengetahuan yang telah anda peroleh selama ini. Tunjukkanlah jati diri, komitmen, dan rasa pengabdian sehingga anda benar-benar menjadi sarjana yang berguna bagi masyarakat. Kami dan almamater anda juga berharap agar anda tidak lupa memberikan sumbangan pemikiran dan menjaga nama baik ISI denpasar. Saudara saudara ku para seniman muda yang handal, ketahuilah bahwa keberasilan hari ini tidak bisa lepas dari peranan para orang tua/wali, suami ataupun istri, bahkan mungkin pacar anda yang selalu berjuang dan berdoa demi keberhasilan anda. Untuk itu, tundukkanlah kepala anda sejenak untuk mengucapkan terima kasih sebagal balasan terhadap jasa-jasa yang mereka telah berikan kepada anda. Kami yakin bahwa tanpa dukungan dan bantuan itu anda tidak akan mungkin berhasil meraih gelar sarjana dan diwisuda pada hari ini. Akhirnya kami ucapkan selamat berjuang semoga mencapai sukses di dalam menempuh karier anda masing-masing.

Bapak Gubernur dan hadirin yang saya muliakan
Demikian, pidato dan laporan ini saya akhiri. Sebagai akhir kata izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan berbagai pihak yang telah menyiapkan acara mulai dan pra-dies hingga puncaknya pada hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada hadirin semuanya atas partisipasi, kehadiran, perhatian dan kesabarannya mengikuti acara ini. Tidak lupa saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyelenggaraan acara ini ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga ISI Denpasar terus berkembang menjadi kekuatan baru dan pusat unggulan dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Sekian dan Terima kasih, “Om Shanti,Shanti,Santi Om”

Comments are closed.